BeritaKaltim.Co

Ramadhan Tahun Ini Pedagang SAD Mengaku Sepi Pembeli

TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.com- Berbeda dengan bulan Ramadhan tahun lalu, Pasar Sanggam Adji Dilayas tiap hari diserbu pengunjung, baik itu pasar kering maupun pasar basah. Di bulan Ramadhan tahun ini, rata rata pedagang di pasar basah mengaku kepada harian Kalpost, bahwa mereka sepi pembeli.

“Ada aja sih pembeli tapi tidak sebanyak Ramadhan tahun tadi,” kata Sri penjual udang di petak nya Kamis (22/6/2015).

Hal yang sama diungkapkan Ramli pedagang daging sapi, bahwa dagangannya sampai bersisa sehingganya dagingnya di masukkan ke lemari pendingin. Meski Ramli juga jujur kepada penjual kalau daging yang ada ini adalah daging kemarin. “Sepi bu….satu hari daging yang kami jual tidak habis, beda dengan bulan Ramadhan tahun lalu,” kata Ramli.

Hal yang sama juga dialami oleh pedagang daging sapi lainya, dan ternyata begitupula dengan pedagang daging ayam ras.

Seperti H Rahmatullah mengungkap kalau daya jual menurun, karena pedagang kurang mengunjungi pasar SAD. “Entah karena banyak yang kena PHK perusahaan atau hal lainya atau malas ke pasar, karena sudah banyak pedagang lain di luar pasar menjual produk yang sama, namanya rezeki sudah ada yang mengatur,” katanya.

Secara kasat mata, di pasar basah memang pembeli tidak sebanyak bulan Ramadhan tahun lalu, entah karena pembeli memilih berbelanja di lokasi Tanjung Redeb, yang mana memang banyak menawarkan produk ikan basah, ayam, daging serta lainnya yang merupakan keperluan sehari hari.

Konon menurut penuturan ibu rumah tangga, untuk berbelanja keperluan sehari hari, jika memang tidak membutuhkan barang yang banyak, cukup berbelanja di Tanjung Redeb saja. Apalagi dengan kondisi ambruknya jalan Bujangga, sehingga untuk mencapai ke Pasar SAD lumayan memerlukan biaya.

Untuk ikan basah, kering, udang, ayam, semua atau di kota Tanjung Redeb, begitupula keperluan semisal bawang merah, putih, gula tepung, bumbu dapur serta lainya, bisa di dapatkan di mini market, warung sembako atau warung kecil dekat rumah.

Sisi lain, banyaknya karyawan yang di rumahkan dan di PHK cukup mempengaruhi daya beli masyarakat, hal ini diungkapkan oleh istri istri yang suaminya mengalami nasib di rumahkan dan PHK. Dan saat ini suami mereka mencari peluang rezeki di sektor lain. Sehingganya untuk urusan dapur para istri cukup mengencangkan ikat pinggang. #MAR

Comments are closed.