SAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Anggota Fraksi PPP-Nasdem Ahmad Rosyidi tak henti menyoroti kondisi di masyarakat khususnya kebutuhan prioritas seperti pendidikan, kesehatan, pertanian dan ketahanan pangan.
“Pemerintah Provinsi harus tetap memprioritaskan kebijakan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), dan memperbaiki mekanisme penyalurannya. Sehingga terjadi keselarasan antara program kerja dengan pendanaan yang disalurkan, dan tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar di setiap sekolah,” kata Ahmad Rosyidi.
Untuk itu perlu penyederhanaan mekanisme program Bosda yang masih dirasakan terlalu panjang, termasuk peningkatan dalam pengawasan Bosda oleh pihak-pihak terkait. Sehingga implementasi kebijakan Bosda lebih transparan dan akuntabel, efisien dan efektif.
“Pemerintah Provinsi diharapkan dapat memprioritaskan dana untuk Bosda dalam APBD karena selama ini keterlambatan pencairan dana Bosda sangat menghambat rencana penyelenggaraan kegiatan,” sebutnya.
Menyajikan data dan informasi bidang kesehatan juga harus dilakukan sebaik mungkin sehingga penilaian terhadap kegiatan yang dilakukan di lapangan memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai kondisi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selanjutnya ia meminta Pemprov mendorong upaya revitalisasi pembangunan pertanian berkelanjutan. Di antaranya perlu dilakukan penguatan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi, pengembangan SDM pertanian. Pengembangan alat dan mesin pertanian, revitalisasi kelembagaan pertanian, dan pembiayaan usaha pertanian.
Begitu pula soal Ketahanan Pangan pemerintah diminta tidak melakukan pemangkasan terhadap biaya operasional penyuluh pertanian,. “Bahkan fraksi kami (PPP – Nasdem) meminta untuk ditingkatkan apabila target swasembada pangan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 ingin dicapai,” harapnya. #adv/lia/oke
Comments are closed.