
BONTANG, BERITAKALTIM.CPM – Kondisi keuangan daerah yang diprediksi hanya menyentuh Rp 796 Miliar di APBD 2017 mendatang membuat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta kepada seluruh pegawai bisa memahami hal itu.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menggelar pertemuan dengan para guru negeri se – Bontang di Gedung Auditorium Jalan Awang Long Minggu (20/11/2016) kemarin. Wali Kota Neni dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Asisten Administrasi Umum Sarifah Nurul Hidayati, Kepala Dinas Pendidikan Bontang Dasuki dan Kepala Inspektorat Bontang Bambang Riadi itu menjelaskan secara rinci soal kondisi keuangan di tahun depan yang memang menjadi badai bagi Bontang. Sehingga, mau tidak mau, pemerintah di bawah kendalinya harus lebih jeli lagi menggunakan anggaran.
“Saya sangat menghargai profesi guru. Saya pun tidak menginginkan ini. Tapi inilah kenyataannya. Bapak dan ibu guru yang saya hormati, saya mau saja naikan atau tidak memangkas tunjangan ini. Tapi duitnya dari mana. Sehingga, keputusan pahit ini terpaksa saya ambil. Karena memang duitnya yang tidak ada,” jelasnya.
Kata Wali Kota, sebelum mengambil keputusan untuk rencana memotong tunjangan para pegawai, dirinya bersama tim anggarap pemerintah daerah (TAPD) sudah berupaya sekeras mungkin untuk mencari opsi – opsi untuk menghindari wacana pemotongan tunjangan.
“Saya bongkar bolak balik. Dan hasilnya memang tidak ada solusi. Ini satu – satunya yang harus diambil. Sekali lagi, saya bersama pak wakil bisa apa. Kita semua mau sejahtera. Tapi kalau uangnya yang tidak ada yah bisa apa. Ini kan APBD bukan uang saya. Andai uangnya ada saya pasti tidak akan mengambil kebijakan ini,” jelasnya.

Kendati demikian, Neni berusaha akan mencarikan solusi lain terkait untuk menunjang kegiatan guru lainnya. “Tadi saya sudah coba diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan, kalau kita akan memaksimalkan dana BOS TK untuk menunjang kegiatan guru lainnya. Tapi ini tentu juga akan dikaji sehingga penggunaan anggarannya bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Wali Kota melanjutkan, kondisi keuangan ini bisa menjadi perhatian semua pihak. Terlebih kata dia, APBD juga akan menyasar kesejahteraan rakyat. Sehingga, jumlah APBD yang terbilang kecil diharapkan bisa digunakan sebaik – baiknya.
“Banyak program prioritas yang menyasar kesejahteraan rakyat. Membayar BPJS warga salah satunya. Sehingga, kita pun harus jeli dalam menggunakan APBD dan saya sekali lagi meminta pegawai dan guru bisa memahami ini,” pungkasnya. #hms26
Comments are closed.