BeritaKaltim.Co

Disnakertrans Program Pelatihan IRT dan Korban PHK

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Untuk meningkatkan sumber daya manusia dibidang kewirausahaan, dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau berencana akan melanjutkan program pelatihan kewirausahaan di masing – masing kecamatan.

Kepala Disnakertrans Berau, Munawar Halil, Rabu (22/2/2017), mengatakan, pelatihan kewirausahaan bagi pemula di Berau selain menyasar para ibu rumah tangga, juga memotivasi masyarakat yang sebelumnya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, PHK terjadi di hampir semua wilayah, termasuk di Kabupaten Berau sendiri.

“Target kami adalah masyarakat yang memiliki minat serius untuk berwirausaha dan beberapa dari mereka adalah korban PHK. Mudah-mudahan mereka bisa segera bangkit dan justru menciptakan lapangan kerja baru bagi warga yang lain dengan berwirausaha,” ujarnya.

Sesuai potensi yang tersebar di Kabupaten Berau, misalnya para peserta diberikan pelatihan terkait bisnis olahan makanan berbahan dasar ikan tanpa limbah, dan membuat olahan makanan dan minuman berbahan dasar sumber daya alam yang ada, atau tanaman pangan yang ada di sekitarnya. Selain itu, peserta juga mendapat tambahan pengetahuan tentang pembuatan berbagai produk makanan berbahan berbagai jenis ikan dan lain sebagainya.

“Inilah bagian upaya – upaya kita untuk memberdayakan masyarakat yang belum memiliki mata pencarian yang pasti atau korban PHK, termasuk para pemuda yang minat terhadap program ini,” ungkapnya.

Munawar juga menjelaskan, diharapkan program ini dapat diikuti secara antusias oleh masyarakat. Karena itu, dia pun menyarankan kepada masyarakat untuk membentuk komunitas wirausaha seperti yang sudah ada.

“Kami sarankan juga kepada mereka untuk segera membentuk komunitas wirausaha. Jejaring bisnis ini sangat berguna untuk memperluas jangkauan pemasaran produk, dan mereka juga bisa saling bekerja sama memasarkan produk mereka ke daerah lain, sehingga tidak hanya berkutat di Berau sendiri,” pintanya.

Dijelaskan juga, bahwa program pelatihan kewirausahaan yang akan dilaksanakan tersebut melakukan kerja sama dengan Disnakertrans Kaltim ini memang berbeda dengan pelatihan kewirausahaan pada umumnya, karena di sini, selain mendapat teknik membuat produk olahan berkualitas, para peserta juga diberi pengetahuan tentang pembukuan dan analisis rugi laba.

“Jadi mereka juga diajarkan tentang manajemen produktif dalam menjalankan suatu usaha, agar usaha yang dijalankan tersebut dapat terlaksana sesuai harapan,” terangnya.

Yang jelas, lanjut Munawar, poin utama pelatihan adalah produktivitas. Termasuk bagaimana menciptakan lebih banyak wirausahawan-wirausahawan produktif berbasis potensi sumber sumber daya local. Sehingga peluang bisnis dan peluang kerja bagi masyarakat yang lain juga semakin besar, dengan demikian masyarakat aan bisa mandiri dan berkarya. pungkasnya. #MAR

Comments are closed.