BeritaKaltim.Co

Pembangunan Jembatan Salimbatu, 10 Tahun Tak Rampung

TANJUNG SELOR, beritakaltim.co- Pembangunan jembatan Salimbatu yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Palas dan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pembangunannya belum tuntas seratus persen.

Diduga pembangunan jembatan klasifikasi B sepanjang 180 meter yang dibangun dengan sistem tahun jamak (multiyears) dengan anggaran Rp 26 milliar sejak 2007 lalu, dikerjakan tidak sesuai perencanaan.

Pemkab Bulungan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bulungan mengambil sikap tegas dengan memutus kontrak kerja dan memblacklist PT Prima Wana Tama (PWT) selaku pelaksana proyek pembangunan jembatan.

Meski pengerjaannya telah memakan waktu lebih dari 9 tahun, proses pembangunannya hingga saat ini belum juga rampung dikerjakan. Padahal masa pengerjaan jembatan selebar 9 meter itu telah diperpanjangan masa kontraknya (addendum waktu) beberapa beberapa kali.

Ironisnya, untuk menyelesaikan sisa progres pembangunan sekira 30 persen masih membutuhkan anggaran sekira Rp10 milliar.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Bulungan, Fakhrudin mengungkapkan, meski pembangunannya sudah mencapai 70 persen, jembatan Salimbatu sudah bisa digunakan namun bersifat darurat.

“Sayangnya tahun ini dinas PU Bulungan belum bisa melanjutkan pembangunan jembatan tersebut. Kondisi ini disebabkan karena tidak tersedianya anggaran. Apalagi anggaran yang dibutuhkan jumlahnya sangat besar mencapai Rp10 milliar. Jembatannya sudah bisa dilewati warga tapi kondisinya masih rawan untuk dilintasi,” ungkapnya.

Diakuinya, akibat tidak adanya anggaran, penyempurnaan pembangunan belum diusulkan tahun ini. Rencananya akan masuk usulan di tahun berikutnya. Agar jembatan Salimbatu bisa dibangun 100 persen. Pemprov Kaltara berencana akan membantu, namun belum dapat dilaksanakan. Sebab, status kepemilikan asset jembatan itu masih milik Pemkab Bulungan.

“Disekitar jembatan itu harus bangun siring lagi, tambahan timbunan oprit kiri dan kanan untuk menyempurnakan. yang ada saat ini sifatnya sementara agar orang bisa melintas dulu. Tahun ini kita belum ada duit, sementara masih bisa digunakan dulu hingga akhirnya bisa disempurnakan pembangunannya. Jika ingin dialihkan ke provinsi, perlu penyerahan aset secara resmi. Untuk sementara, pemeliharan dilakukan kedua pihak,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Bulungan Ingkong Ala menegaskan, perencanaan jembatan Salimbatu sangat semrawut. Semestinya jembatan itu dibongkar. Pasalnya, berisiko tinggi bagi masyarakat yang akan menggunakan jembatan tersebut.

“Ada masalah yang tak wajar dalam perencanaan pembangunan jembatan Salimbatu. Dari awal sudah keliru dan kontraktor yang melanjutkan pun menjadi keliru. Salah satunya masalah siring sayap yang menurutnya tidak masuk akal jika dilanjutkan pengerjaannya. Harapan kita memang kontraktor dapat melanjutkan sesuai dengan perencanaan. Tapi, kalau perencanaan seperti ini jelas salah, yang ada hanya semerawut dan perlu dikaji ulang jika ingin dilanjutkan pembangunannya,” pungkasnya. #vir

Comments are closed.