BeritaKaltim.Co

Jaringan Ini Sembunyikan 7 Kilo Sabu Dalam Kemasan Teh China

NUNUKAN, beritakaltim.co- Sebanyak 7 kilogram sabu-sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China dan dicampur dengan baju di dalam kardus bekas rokok, berhasil diamankan Satuan Reskoba Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce mengatakan, 7 kilogram sabu itu dibungkus dalam 7 kemasan teh China. Pembawanya Rustam alias Bapak Kiki (42), warga Jalan Purnabahkti Kota Tarakan, sudah diamankan.

Diduga barang ini dari Tiongkok karena kemasanya sama dengan yang tertangkap di Aceh, yaitu dikemas dalam bungkus teh China yang dicampur dengan pakaian bekas didalam sebuah kardus,” ujar Kapolres, Kamis (23/03/2017).

Dari pengakuan Rustam, sabu sabu seberat 7 kilogram tersebut berasal dari Malaysia. Diselundupkan melalui dermaga Sei Taiwan menggunakan speedboad untuk dibawa ke Tarakan.

Dari Tarakan, sabu sabu yang disamarkan dalam kardus rokok tersebut diangkut dengan menggunakan KM Lambelu menuju Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Tapi sebelum ke Pinrang, KM Lambelu singgah dulu di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

“Jadi, saat transit di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan anggota Reskoba melakukan pemeriksaan rutin. Anggota mencurigai R dari gerak geriknya. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya didapati kemasan teh China yang kita curigai karena lebih berat dari kemasan biasanya. Ternyata benar berisi sabu sabu,” imbuh Pasma Royce.

Satuan Reskoba Nunukan kemudian melakukan Control Delivery ke Tarakan. Dari Tarakan polisi berhasil mengamankan 2 orang jaringan sabu sabu internasional yaitu Firman alias Feris dan Budi Haryono (31) warga Kota Tarakan. Salah satu anggota jaringan Firman alias Feris bahkan harus dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kirinya.

”Yang satu terpaksa dilumpuhkan karena berusaha kabur saat akan diamankan. Saudara F ini penghubung langsung ke bandarnya di Tawau yang berinisial Rose. Kemungkinan ini merupakan jaringan internasional Tiongkok, Kita amankan 3 tersangka ini, satu terpaksa dirawat di Rumah sakit karena luka tembak. Saya tarik anggota saya kembali dari pada sia-sia karena pemberitaan kadung meluas,” imbuh Pasma Royce.

Polisi akan mejerat pelaku dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 yat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit satu milyar paling banyak Rp10 miliar.

”Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun,” pungkas Pasma. #dhi

 

 

 

 

Comments are closed.