BeritaKaltim.Co

4 WNI Diamankan Bawa Gas Tabung dari Tawau Malaysia

NUNUKAN, beritakaltim.co- Empat Warga Negara Indonesia (WNI) asal Nunukan, Kalimantan Utara, diamankan Pasukan Gerakan Am (PGA) Sabah Malaysia, setelah kepergok berusaha menyelundupkan 307 tabung elpiji -Liquified Petroleum Gas (LPG) dari Tawau Malaysia menuju Nunukan Kaltara Indonesia menggunakan dua kapal jongkong di perairan Sungai Serudung Tawau, Sabah.

Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Krisnha Djelani mengungkapkan, saat ini pihaknya berupaya untuk dapat bertemu WNI yang terlibat penyelundupan LPG. Upaya itu dilakukan untuk memastikan tiga orang yang diamankan merupakan WNI.

“Hingga kini KRI Tawau belum mendapatkan respons yang positif. Kami Sudah minta waktu untuk bertemu guna verifikasi kewarganegaraan mereka. Namun, belum dikasih waktu kapan bisa bertemu dengan WNI yang diamankan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penangkapan 4 WNI tersebut menjadi pemberitaan media lokal Sabah Malaysia. Disebutkan dalam berita dari penangkapan tiga WNA, gas LPG yang berhasil digagalkan bernilai sekira RM 150.000 atau sekira Rp 454,35 juta (kurs RM 1 = Rp 3.029). Pertama, tiga orang diamankan di kapal yang mengangkut LPG dan satu orang yang menggunakan speedboat.

“Seorang remaja berusia 17 tahun diketahui WNI mendatangi Pos PGA Wallace Bay mengaku sebagai anak pemilik kapal jongkong mencoba menyogok petugas AMP Sabah agar melepaskan tiga WNI yang ditahan. Namun,remaja tersebut juga ikut ditahan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri menegaskan, upaya untuk menghapus keberadaan LPG 14 milik Malaysia sangat sulit dilakukan. Apalagi kebutuhan LPG asal Malaysia ini sudah lama digunakan warga perbatasan.

“Kami sudah survei. Ada empat titik jalur masuk LPG 14 kg dari Malaysia di Pulau Sebatik. Dan, ada lagi satu dari Kalabakan, Malaysia. Pintu-pintu masuk ini sudah dilakukan sejak lama. Rencana menghapus keberadaan LPG Malayasia ini akan kami mulai dari Pulau Nunukan. Sebatik agak berat, karena sudah puluhan tahun ketergantungan dengan Malaysia. Tapi kalau Nunukan sukses, kita lanjut ke Sebatik,” pungkasnya. #vir

Comments are closed.