BeritaKaltim.Co

Antisipasi Masuknya Militan Maute. Pulau Derawan dan Maratua Dijaga Polisi

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Kabupaten Berau berpotensi akan masuknya para teroris, terutama kelompok militan Maute yang saat ini melarikan diri akibat operasi militer tentara pemerintah Filipina. Lantaran itu, jajaran Kepolisian Resort Berau, menambah personil pengamanan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Filipina seperti kawasan Pulau Maratua serta Pulau Derawan.

Kapolres Berau, AKBP Andy Ervyn mengungkapkan, sebanyak 20 petugas telah diberangkatkan ke Pulau Maratua, Kecamatan Maratua. Rencananya pihaknya akan mengirimkan puluhan personil bersama Brimob Polda Kaltim untuk ditempatkan di wilayah Pulau Derawan. Pengiriman personil itu merupakan instruksi Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin.

“Ini kita lakukan sebagai antisipasi terhadap pemberontak Filipina yang dikhawatirkan akan masuk ke Indonesia melalui perairan Derawan dan Maratua, Apalagi kedua wilayah ini berada di perbatasan Indonesia-Filipina,” ungkapnya.

Dijelaskannya, mayoritas penduduk Pulau Maratua merupakan Suku Bajau yang sebagian besar tinggal di pesisir Filipina. Jarak tempuh antara Pulau Maratua dengan Filipina cukup dekat, dapat ditempuh selama setengah hari melalui jalur laut.

“Pulau Maratua salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Laut Sulawesi, Nelayan Filipina kerap terlihat mencari ikan di dekat perairan Maratua. Dengan banyaknya jalan masuk itu, sangat rentan terhadap tindak kejahatan penyelundupan termasuk masuknya teroris,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Kaltim Irjen Pol Syaparuddin menegaskan, pihaknya telah mengirimkan satu kompi personel yang terdiri dari Brimob, Shabara, Reserse, Intelkam dan sejumlah personel Polres perbatasan. Mereka diturunkan di perbatasan Kalimantan Utara. Polda Kaltim juga mengirimkan personelnya ke Polres Berau, Tarakan, dan Polres Nunukan, ketiga wilayah yang berbatasan langsung dengan luar Indonesia.

“Ketiga wilayah perbatasan di Kaltim dan Kaltara sangat diwaspadai akan masuknya para teroris terutama militan Maute Filipina,” pungkasnya. #VR

Comments are closed.