BeritaKaltim.Co

Tidak Masuk Kerja Usai Cuti Bersama, Ini Sanksinya!

TANJUNG SELOR, beritakaltim.co- Cuti bersama hari raya Idulfitri 1438 Hijriah yang ditetapkan pemerintah pusat sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017, yakni pada 23, 27, 28, 29 dan 30 Juni 2017, dinilai Bupati Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sudjati, sudah cukup panjang. Untuk itu Aparatur Sipil Negara tidak lagi menambah waktu liburnya.
“Tidak ada lagi ASN di lingkungan pemkab Bulungan yang menambah waktu liburnya, apalagi pasca Ramadhan sudah ada cuti bersama dan libur panjang,” ungkap Sudjati.
Ia menegaskan, melalui surat edaran Bupati Bulungan. Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bulungan wajib memantau dan mengawasi absensi ASN setelah masuk kerja pasca cuti bersama Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.
“Senin, 3 Juli semua ASN harus masuk kerja jadi tidak dibenarkan menambah libur, saya bersama wakil Bupati dan OPD bersama akan awasi absensi awal masuk. Jika nanti tidak masuk kerja, pasti Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bakal dipotong 2,5 persen per hari. Ini seseuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai. Dis itu sudah tegas disebutkan sanksi bagi ASN yang tak disiplin itu, mulai dari teguran lisan, tertulis, sanksi adminstratif hingga pada pemecatan jika tindak ketidak disiplinan sudah fatal,”tegasnya.
Hal senada diungkapkan Gubernur Kaltara,Irianto Lambrie.Pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai di lingkungan Pemprov Kaltara untuk tidak menambah libur. Jika melanggar, pihaknya akan memberikan peringatan hingga sanksi pemotongan insentif.
“Akan dibuatkan pergub yang mengatur soal kedisiplinan pegawai,termasuk mengatur pemotongan insentif bagi pegawai yang melanggar disiplin seperti tidak masuk kantor.Misalnya,pegawai tidak masuk satu hari bisa dipotong insentif 5 persen. Kalau terlambat datang bisa dipotong 2 persen. Begitu juga yang pulang cepat dipotong 2 persen,”jelasnya.
Ditambahkannya,pemberian insentif disesuaikan dengan beban kerja pegawai sehingga insentif yang diterima pegawai tidak sama, pegawai yang malas bisa tidak mendapatkan insentif.
“Karena pemberian insentif ini tujuannya memotivasi pegawai bekerja agar lebih disiplin,”pungkasnya. #vir

Comments are closed.