BeritaKaltim.Co

Terlibat Narkoba, Oknum Satpam GOR Sempaja Otomatis Berhenti Kerja

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO- Satu anggota Satuan Pengamanan (Satpam) GOR Sempaja yang sudah terbukti menggunakan narkotika jenis sabu-sabu dan dua orang lainnya yang melarikan diri dari sangkaan yang sama, otomatis berhenti dari pekerjaannya, karena sudah tidak masuk kerja lebih dari seminggu dengan alasan yang bisa diterima.

“Kita menggunakan pasal-pasal yang ada dalam perjanjian kerja. Satpam adalah pegawai tidak tetap, atau pegawai kontrak. Untuk memberhentikannya mudah. Kalau tidak masuk kerja lebih dari seminggu berturut-turut, sudah bisa dijadikan dasar memberhentikan,” kata Syarifuddin Achmad, Kepala UPT Pengelola GOR Sempaja Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Kaltim, kemarin.

Disebutkan, secara berkala UPT Pengelola GOR Sempaja melakukan tes urin kepada para Satpam setiap tahun. Tahun 2016 lalu dilakukan 2 kali dalam setahun. Hasilnya di tahun 2016 diindikasikan ada 4 yang terlibat menjadi pengguna. Setelah dilakukan rehabilitasi, dari 4 orang tersebut 3 dinyatakan bersih, sedangkan 1 orang tidak mengikuti rehabilitasi dan berhenti bekerja.

Sedangkan di tahun 2017, kegiatan tes urin belum bisa dilaksanakan karena ketiadaan anggaran. Hasilnya ya seperti diungkap Polisi saat melakukan pemantauan keamanan di GOR Sempaja. Polisi menemukan 4 orang diduga menggunakan narkoba di pos jaga.

Dari 4 orang itu, 1 orang Satpam (AA) ditangkap bersama 1 orang luar atau masyarakat umum (bukan Satpam), Jumat, (30/06) dan 2 orang lainnya yang juga Satpam melarikan diri. Dengan demikian, ketiga Satpam itu sudah tidak masuk kerja melebihi toleransi seperti diatur dalam perjanjian kerja, sehingga dianggap berhenti sendiri dari pekerjaan.

“Otomatis dengan tidak masuk kerja lebih dari seminggu, dianggap berhenti bekerja,” tambah Syarifuddin.

Antisipasi agar Satpam yang dipekerjakan bebas dari narkoba, kata Syarifuddin lagi, setiap perpanjangan masa kontrak setiap tahunnya, maka kepada semua Satpam menyertakan bukti tes bebas dari narkoba.

“Kontrak Satpam itu berakhir setiap akhir tahun dan diperbaharu setiap Januari,” ujarnya.

Dinas pemuda dan Olah Raga Kaltim mempekerjakan sebanyak 60 orang Satpam. 30 orang ditempatkan di GOR Sempaja dan 30 orang lagi di SKOI di Palaran. Satpam itu dibagi dalam 3 shiff kerja dengan jumlah satu shiff 10 orang.#into

Comments are closed.