BeritaKaltim.Co

Investasi April-Juni 2017: Realisasi PMDN Rp3,29 Triliun dan PMA Rp 5,95 Triliun

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO-Realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kalimantan Timur triwulan II (April-Juni) tahun 2017 mencapai Rp3,29 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 109 paket. Paket proyek PMDN itu tersebar dan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 1.606 orang.

Sedangkan realisasi penanaman modal asing (PMA) di periode yang sama di Kaltim sebesar Rp5,95 triliun, tersebar di 10 kabupaten/kota dengan paket proyek sebanyak 170 paket, jumlah tenaga kerja Indonesia yang diserap 749 orang dan 15 orang tenaga kerja asing. Lokasi PMA terbesar di Kutai Timur yakni mencapai Rp3,793 triliun.

Hal itu terungkap dari laporan Realiasi Investasi Provinsi Kaltim Triwulan II Tahun 2017 yang direalese Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Agustus 2017.

Menurut DPMPTSP, tapi investasi dalam negeri paling besar di Kabupaten Kutai Kartanegara, mencapai Rp1,073 triliun atau 32,59 persen, selanjutnya Kutai Barat Rp698,72 miliar, sisanya tersebar di sejumlah kabupaten/kota lainnya, terkecuali Bontang dan Mahakam Hulu yang nihil.

Meski investasi PMDN di triwulan II tertinggi di Kukar, tapi terkait penyerapan tenaga kerja, DPMPTSP mencatat, Kutai Timur paling tinggi menyerap tenaga kerja yakni 629 orang, Kubar 546, PPU 157 orang. Total penyerapan tenaga kerja triwulan II sebanyak 1.606 orang dan 13 tenaga kerja asing.

Realisasi investasi PMDN Rp3,29 triliun itu berdasarkan sektor usahanya di Kaltim masih didominasi sektor primer sebesar Rp2,003 triliun dengan rincian, usaha tanaman pangan dan perkebunan Rp1,421 triliun, kehutanan Rp7,961 miliar, dan pertambangan Rp574,121 miliar.

Investasi di sektor usaha tersier Rp1,026 triliun dengan rincian, listrik, gas, dan air Rp1,021 triliun, konstruksi Rp375 juta, dan perdagangan peserta reparasi Rp2,803 miliar, transportasi gudang dan komunikasi Rp1,5 miliar, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp875 juta.

Penanaman modal asing

DPMPTSP Kaltim menjelaskan, dari Rp5,95 triliun investasi PMA di Kaltim periode April-Juni 2017, daerah lain selain Kutai Timur yang menyerap terbesar Rp3,793 triliun (22 paket proyek) adalah Kabupaten Kukar 101,485 juta dollar Amerika (36 paket proyek).

Kemudian, Samarinda Rp15,879 juta dollar (16 proyek), Bontang Rp14,325 juta dollar (9 proyek), Berau 10,707 juta dollar (18 proyek) juta dollar, dan PPU 5,055 juta dollar (9 proyek). “Total tenaga kerja Indonesia dan asing yang diserap PMA sebanyak 2.136 orang. Berau menyerap tenaga kerja tertinggi yakni 749 TKI dan 15 TKA,” ungkap DPMPTSP Kaltim.

Realisasi PMA brrdasarkan sektor usaha, subsektor pertambangan mendapat tambahan investasi sebesar 295,56 juta dolar atau 66,05 persen dari keseluruhan realisasi PMA. Subsektor tanaman pangan dan perkebunan mendapt tambahan 68,80 juta dollar, dan industri makanan 50,55 juta dollar. “secara keseluruhan ada 13 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap penambahan nilai investasi PMA sampai dengan triwulan II tahun 2017,” tambahnya.

Sampai bulan Juni 2017 secara keseluruhan realisasi PMA mencapi 447,682 juta dollar dengan penyerapan tenaga kerja terdistribusi pada subsektor pertambangan terbesar yakni 992 orang (46,44 persen), kemudian subsektor tanaman pangan dan perkebunan 611 orang atau 28,60 persen.

Berdasarkan negara asalnya, investasi PMA yang masuk ke Kaltim, paling banyak dari Mauritius yakni 155,381 juta dollar, Korea Selatan 118,744 juta dollar, Malaysia 33,278 juta dollar, British Virgin Island 21,102 juta dollar, Singapura 10,595 juta dollar.#into

Versi cetak artikel ini terbit di SKH Kalpost, edisi 7 Agustus 2017.

Comments are closed.