BeritaKaltim.Co

UKW Angkatan ke 11 di Maratua Luluskan 10 Wartawan

MARATUA, beritakaltim.co- Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang berlangsung selama 16 Agustus di Pendopo Kantor Camat Maratua berhasil meluluskan 10 wartawan.

Jumlah wartawan yang mengikuti UKW memang terdiri dari 8 orang wartawan tingkatan muda dan 2 tingkatan utama.
“Dan seluruh peserta ini lulus dengan nilai bagus,” ungkap penguji Djunaidi dari PWI Pusat, Rabu (16/8) di pendopo kantor Camat Maratua.
Mereka mengikuti serangkaian ujian dari awal hingga tahap akhir, dengan tim penguji dari PWI Pusat Djunaidi, Uyun dan Ahmad Istiqom, serta penguji dari PWI Kaltim Imron Rosyadi yang juga wakil ketua PWI Kaltim.
Djunaidi menyebutkan sekilas mengenai UKW , berawal dari Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2010 yang dipusatkan di Palembang Sumatera Selatan.
Standar kompetensi wartawan ini diangkat ke pemukaan. SKW ini merupakan salah satu di antara butir “Piagam Palembang” tentang Kesepakatan Perusahaan Pers Nasional.
Dalam kesepakatan perusahaan pers nasional itu ada enam hal yang disetujui. Khusus untuk butir satu, yang disetujui adalah: melaksanakan sepenuhnya Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Standar Perusahaan Pers (SPS), Standar Perlindungan Wartawan (SPW) dan Standar Kompetensi Wartawan (SKW).
“Kendati menjadi wartawan merupakan hak asasi seluruh warga negara, namun bukan berarti setiap warga negara bisa melakukan pekerjaan kewartawanan. Ada ketentuan dan alat ukur yang perlu dijadikan sebagai pedoman dalam dalam melaksanakan profesi kewartawanan itu.” Papar Djunaidi.
Pekerjaan wartawan berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat atau publik. Bahkan, dinyatakan bahwa “wartawan adalah bidan sejarah”. Nah, sebagai bidan, artinya ikut secara aktif mengembangkan dan membesarkan dan mendewasakan sejarah. Sebagai profesi yang terhormat, maka wartawan wajib mengawal kebenaran dan keadilan, melakukan perlindungan terhadap hak-hak pribadi masyarakat, serta menjadi musuh penjahat kemanusiaan seperti koruptor dan politik busuk.
“Dalam melaksanakan tugasnya wartawan harus memiliki standar kompetensi yang memadai dan disepakati oleh masyarakat pers. Standar kompetensi itu menjadi alat ukur profesionalitas wartawan.” Lanjutnya.
Sehingga diwujudkanlah setiap tahun di adakan UKW diadakan sekitar 5 atau 6 kali, di berbagai daerah di Indonesia.
Lalu bagaimana dengan wartawan yang telah mengikuti UKW ?
Sebuah profesi jurnalistik sangat diperlukan kompetensi. Dan diperlukan jika masuk perusahaan pers, merupakan modal dasar seorang wartawan dalam menjalankan tugas kewartawanan.
Dengan kata lain,wartawan yang berkompetensi memiliki kemampuan untuk memahami, menguasai dan menegakkan profesi jurnalistik atau kewartawanan, serta kewenangan untuk menentukan sesuatu di bidang kewartawanan. Hal itu menyangkut kesadaran, pengetahuan dan keterampilan. MAR

Comments are closed.