BeritaKaltim.Co

Aidil Fitri Divonis 5 Tahun, Jaksa Masih Berpeluang Kasasi

SAMARINDA, beritakaltim.co-Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur, ditingkat banding yang memvonis perkara Aidil 5 tahun penjara dan koleganya Nursaim 4 tahun, Makmun 2,6 tahun, bakal membuka peluang Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung.

“Yah kita belum bisa pastikan itu, ditingkat kasasi hukuman bisa saja bertambah, bisa juga berkurang bahkan bisa bebas,” terang Darwis

Terbukanya peluang kasasi tersebut karena putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) ditingkat banding itu belum sesuai terutama soal uang pengganti (UP) yang dikenakan kepada terpidana Aidil.

“Sepanjang UP itu belum sesuai dengan tuntutan kami, maka kita berpeluang melakukan kasasi,” sebut Darwis Burhansyah, Kasipidsus Kejari Samarinda ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/8/17) sore.

Kendati demikian, Darwis mengatakan putusan PT yang memvonis Aidil 5 tahun penjara sudah memenuhi rasa keadilan, hanya saja, uang pengganti belum sesuai sebagaimana tuntutan JPU sebelumnya, yang membebankan terdakwa membayar UP senilai Rp11 miliar lebih berdasarkan perhitungan BPKP.

“Kita lihat dulu salinan putusan PT secara utuh, karena sampai saat ini kami belum menerima salinan putusannya,” terang Darwis.

Yang jelas kata Darwis, kepastian melakukan upaya kasasi akan dilakukan manakala putusan PT sudah diterima.

“Kita tahunya putusan banding PT ini keluar dari pemberitaan di media,”tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, JPU Darwis Burhansyah didampingi Iqbal, pada sidang pembacaan tuntutan waktu itu menuntut ketiga terdakwa dengan pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Mantan ketua KONI Samarinda Aidil Fitri dituntut 3 tahun 6 bulan, denda Rp50 juta subsidair 3 bulan dan membayar uang pengganti berdasarkan perhitungan BPKP sebesar Rp11 miliar lebih.

Apabila dalam jangka 1 bulan setelah putusan yang berkekuatan hukum tetap, terdakwa Aidil tidak bisa membayar uang pengganti tersebut. Maka harta kekayaan terdakwa disita oleh Negara. Sebaliknya apabila harta kekayaan terdakwa tidak mencukupi maka akan diganti dengan kurungan badan selama 3 tahun.

Menurut JPU dalam pembacaan tuntutannya, Aidil Fitri terbukti bersalah melanggar pasal 3 Jo pasal 18 dan pasal 55 ayat (1) UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan terdakwa Makmun Andi Nuhung mantan Kadispora dan Nursaim mantan bendahara KONI Samarinda, juga terbukti bersalah dan dituntut JPU dengan hukuman pidana penjara selama 2,6 tahun dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Namun, pada putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda, Jumat (5/5/17) Aidil dan koleganya itu masing-masing divonis hanya 1 tahun penjara dan terdakwa Aidil dibebankan membayar uang pengganti berdasarkan perhitungan BPK RI senilai Rp772.330.200.

Karena itu, JPU langsung menyatakan banding atas putusan tersebut.

Ditingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Kalimantan Timur, PT membatalkan putusan Pengadilan tingkat pertama dan mengadili terpidana Aidil dengan hukuman 5 tahun penjara, denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan serta membayar uang pengganti (UP) senilai Rp811 juta.

Dia dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,”sebut Humas Pengadilan Negeri Samarinda, Joko Sutrisno ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/8/17) sore.

Menurut Joko, pertimbangan Majelis Hakim PT menjatuhkan vonis 5 tahun terhadap Aidil Fitri, karena perbuatan terdakwa mencederai kepercayaan masyarakat dalam mengelola keuangan KONI Samarinda.

Majelis Hakim PT, kepada Nurasaim juga membatalkan putusan Pengadilan tingkat pertama dan menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara, denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Diapun juga dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) UU Tipikor. sedangkan terdakwa Makmun Andi Nuhung, Majelis Hakim PT memvonisnya 2 tahun 6 bulan penjara, denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Terdakwa Makmun dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 sebagaimana tuntutan JPU sebelumnya. hanya saja bedanya, hakim PT menambah masa hukumannya dari 1 tahun menjadi 2 tahun 6 bulan,”sebut Joko lebih lanjut. #ib

Comments are closed.