BeritaKaltim.Co

Pengusaha Alat Berat Dianiaya, Pelaku Bebas Berkeliaran

SAMARINDA, beritakaltim.co- Rudiyanto Handoko (62) seorang pengusaha alat berat dan batu bara, warga jalan Pipit Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tak pernah membayangkan akan menginjakkan kakinya di Pengadilan Negeri Samarinda.

Pria asal Surabaya ini bersama keluarganya berada di Pengadilan dalam rangka menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan oleh JPU Agus Supriyanto terkait masalah penganiayaan yang menimpa dirinya, Selasa (30/5/17) bulan lalu.

Sayangnya, sidang dengan nomor perkara 940/Pid.B/2017/PN Smr yang mendudukkan terdakwa M Ul Fiansyah alias Ulfi Bin MD (44) dan terdakwa Faishal Riedza dengan nomor perkara 1029/Pid.B/2017/PN Smr, Rabu (13/9/17) batal digelar lantaran salah satu anggota Majelis Hakim tidak ada.

Salah seorang keluarga korban bernama Lely kepada wartawan BeritaKaltim.co menceritakan asal muasal kejadian yang menimpa Rudiyanto.

Waktu itu kata Lely, korban Rudiyanto bersama istrinya sedang memarkirkan mobilnya didepan Istana Fhoto jalan Ahmad Yani Samarinda

Mobil yang masih dalam keadaan mesin hidup dan separuh badan mobil berada diatas trotoar mendadak diserempet oleh orang tak dikenal dan langsung kabur.

Istri korban yang masih berada dalam mobil terkejut dan berteriak memanggil suaminya Rudiyanto. Spontan korban yang sempat melihat pelaku mengendarai mobil dengan nomor polisi KT 8526 MB, lalu mengejar pelaku Ufi dan Faishal dengan maksud meminta pertanggung jawaban atas kerusakan mobilnya.

Korban yang berhasil mengejar dengan menyelip didepan kendaraan pelaku di jalan S Parman bukannya berhenti. Pelaku justru menabrakan mobilnya ke mobil korban hingga mengalami kerusakan parah.

Tak cukup sampai disitu, pelaku yang sudah emosi ini kemudian turun dari mobil lalu menghampiri mobil korban. Bukannya minta maaf karena sudah menyerempet mobil korban, pelaku ulfi malah menendang dan memukul kaca mobil korban sambil berteriak meminta agar korban turun dari mobilnya. Saat kaca jendela mobil dibuka, tanpa basa basi pelaku ulfi langsung melayangkan bogem mentahnya ke wajah korban Rudiyanto yang mengakibatkan lebam dan pendaharan.

Sedangkan pelaku Faishal berusaha membuka pintu mobil sebelah kiri sambil menendang, dimana istri korban duduk.

Dalam keadaan panik, istri korban meminta suaminya untuk lari meninggalkan pelaku yang sudah gelap mata.

Merasa tak terima atas perlakuan kedua pelaku, Korban bersama istrinya kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Samarinda. “Setelah kejadian itu, Saya langsung melapor ke kantor polisi,” kata Rudiyanto kepada wartawan.

Atas laporan korban, kedua pelaku berhasil ditangkap polisi. Ironisnya, setelah diproses pelaku Faishal tidak ikut ditahan dengan alasan kesehatan.

Hingga perkara ini dilimpahkan ke Kejaksaan dan masuk proses persidangan pelaku juga tak ditahan. “Kami sangat menyayangkan salah satu pelaku tidak ditahan dan bebas berkeliaran,” ujar lely.

Dikatakan Lely, korban selama punya usaha di Samarinda tidak pernah punya masalah dengan orang apalagi dengan kedua pelaku. “Kami tidak pernah kenal dengan pelaku ini, kami tahunya setelah kejadian, kalau Faishal itu adalah anak mantan ketua DPRD,”ujarnya.

Akibat perbuatan tindak pidana pengeroyokan dengan kekerasan, JPU Agus Supriyanto menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP, atau Pasal 351 ayat 1 KUHP. #ib

Comments are closed.