BeritaKaltim.Co

Ekonomi Melambat, IPM Kabupaten Berau Berada 73,05

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co – Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Berau pada tahun 2016 berada di 73,05 yang masuk dalam kategori tinggi. Di Kalimantan Timur IPM Berau berada diurutan keempat setelah Bontang 78,92, Samarinda 78,911 dan Balikpapan 78,57.
Angka IPM ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, Hotbel Purba, dalam acara expose data dirangkaian hari ulang tahun statistik ke 26 dengan tema Kerja Bersama Dengan Data, Selasa (26/9) kemarin.
Lebih lanjut Hotbel Purba, membeberkan dalam perhitungan IPM Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan. Dimana dari tahun 2010 IPM Berau berada di 69,16 pada tahun 2011 naik 70,43 dan pada tahun 2015 berada di 72,72.
IPM dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM merupakan indikator penting dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM merupakan informasi strategis karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penetuan dana alokasi umum.
Tidak hanya penyampaian IPM, namun dalam expos data yang dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan para mitra kerja BPS, Hotbel Purba, juga memaparkan posisi Berau dalam perekonomian Kalimantan Timur. Dimana disampaikan pertumbuhan ekonomi menurut kabupaten tahun 2016 sebesar -1,70 persen.
Ekonomi Kabupaten Berau cenderung melambat, hingga mengalami kontraksi ditahun 2016. Perkembangan laju pertumbuhan ekonomi sejak 2011 sebesar 21.75 persen mengalami perlambatan hingga 6,03 persen pada 2015 dan mengalami kontraksi atau penurunan di 2016.
Terjadinya kontraksi ekonomi, dijelaskan Hotbel Purba Kabupaten Berau selama ini masih bergantung pada sumber daya alam melalui pertambangan. Sehingga seiring dengan turunnya sektor ini sejak 2015 lalu memberikan dampak terhadap ekonomi Berau. Meskipun dikatakannya pada sektor lain pertumbuhan terlihat stabil, seperti pada sektor pertanian.
“Namun seperti yang disampaikan bapak Bupati pada saat hari jadi Berau, kondisi pertambangan batu bara ditahun 2017 ini mengalami peningkatan dan diharapkan berdampak kepada ekonomi Berau, disamping juga peningkatan di sektor lainnya,” ungkapnya.
Selain itu dalam paparannya, Hotbel Purba juga memaparkan indikator indikator kemiskinan, namun persentasi penduduk miskin yang pada tahun 2016 ini sebesar 5,37 persen, indeks kedalaman kemiskinan (P1) sebesar 0,97. Serta indeks keparahaman kemiskinan (P2) sebesar 0,23 persen, dimana ketimpangan rata rata pengeluaran antara penduduk miskin Kabupaten Berau tahun 2016 dibanding dengan tahun 2015 semakin kecil. #Roz
Teks foto
Teks foto: Kepala BPS Berau, Hotbel Purba, memaparkan data IPM, Pertumbuhan ekonomi dan Indikator Kemiskinan Kabupaten Berau dalam expose data di Hari Statistik ke 26 kemarin.

Comments are closed.