BeritaKaltim.Co

Saldo Hibah KONI Kaltim Tahun 2016 Rp29,676 Miliar

28 Cabor Belum Sampaikan LPj Rp5 Miliar

 

SAMARINDA.BERITAKALTIM.CO-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Timur membenarkan dari Rp150 miliar dana hibah yang diterima tahun 2016 baru Rp120.323.169.670,oo yang dipertanggungjawabkan sedangkan Rp29.676.830.330,oo belum dipertanggungjawabkan karena belum digunakan, sehingga posisinya di kas sebagai saldo.

Saldo Rp29,676 miliar tersebut tidak harus disetorkan ke kas daerah diakhir tahun anggaran 2016 karena KONI Kaltim statusnya adalah lembaga permanen dinaungi UU Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, sehingga saldo itu diperbolehkan digunakan pada tahun selanjutnya (2017).

Hal itu diungkapkan Ketua Umum KONI Kaltim, H Zuhdi Yahya pada Kamis (2/11). Saat memberikan penjelasan Zuhdi didampingi Sekretaris Umum, Afiat Mirsyam Rasyid, Bendahara Umum, H. Syafruddin AH, MM, Wakil Bendahara, Fadliansyah, dan Zulkarnaen dari Biro Humas.

Menurut Zuhdi, saldo hibah tahun 2016 tersebut bukannya tidak dipertanggungjawabkan, tapi belum digunakan atau sudah digunakan tapi belum seluruhnya, termasuk yang sudah disalurkan ke pengurus provinsi masing-masing cabor.

“Meski demikian, setiap tiga bulan, saldo kas tersebut rutin dilaporkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (dulu Biro Keuangan) lengkap dengan salinan rekening bank KONI. Jadi pengertian belum dipertanggungjawabkan dalan kasus KONI adalah uangnya belum digunakan. Uangnya masih dalam kas organisasi,” terang Zuhdi.

Mengutip dokumen pemantauan dana hibah di Biro Sosial, auditor BPK yang melakukan pemeriksaan tahun 2017 mengatakan bahwa uang yang belum dipertanggungjawabkan KONI Kaltim sampai akhir tahun 2016 adalah kumulatif dari hubah tahun 2015 dan 2016.

Menurut BPK, dalam tahun 2016 KONI Kaltim juga menyalurkan dana hibahnya diterimanya kepada 59 pengprov cabor dengan total bantuan Rp28.581.616.750,oo. Hingga tanggal 20 April 2017 diketahui masih terdapat 28 cabor yang belum mempertanggungjawabkan penggunaan dana bantuan dengan nilai total Rp5,022 miliar.

Cabor yang belum menyampaikan pertanggungjawaban atas panjar yang sudah diterima dari KONI itu adalah Cabor Karate, Tarung Derajat, Tinju, Gulat, Muaythai, Gantole, Balap Sepeda, Atletik, Berkuda, Senam, Sepatu Roda, Renang Terbuka, Renang Indah, Ski Air, Bridge, Bulutangkis, PSI, Voli Indoor, Voli Pantai, Softball, Spak Takraw, Sepakbola, Bola Tangan, Cricket, Arung Jeram, dan Barongsai.

Sementara itu Bendahara Umum KONI Kaltim, Syafruddin mengatakan, dari saldo Rp29,676 miliar tersebut sudah include didalamnya bantuan yang disalurkan ke cabor-cabor. Cabor-cabor tersebut akan menyerahkan laporan pertanggungjawaban penggunaan uang setelah kegiatannya selesai. Masing-masing ketua cabor sudah membuat pernyataan diatas materai akan mempertanggungjawabkan dana yang diterimanya sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya).”Jadi tidak ada masalah,” kata Syafruddin, Bendaha Umum KONI Kaltim. “KONI selain periksa BPK juga diaudit oleh auditor independen,” tambahnya.#into

Versi cetak artikel ini terbit di SKH Kalpost, edisi 6 Nopember 2017

Comments are closed.