BeritaKaltim.Co

Bramantyo Diduga Juga “Petieskan” Kasus Mark Up Pengadaan Buku di Dinas Pendidikan Kaltim

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO- Kesalahan mantan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Samarinda, Bramantyo cukup banyak, tidak hanya terbatas pada penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah ke Aptasi Kaltim yang sudah dikembalikan ke kas daerah.

“Banyak pelanggarannya, banyak pengaduan masyarakat yang “dipetieskan”-nya, termasuk laporan dugaan korupsi atau mark-up pengadaan buku eksiklopedia di Dinas Pendidikan Kaltim. Kasus itu diadukan tahun 2016. Pengadaan buku itu sendiri tahun anggaran 2015,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Rakyat Kaltim, Muhammadi Ridwan.

Dikatakan pengadaan buku ensiklopedia itu senilai Rp7 Miliar dengan kontraktor pelaksana PT Raja Alam Permata, dari Berau. Sedangkan kerugian negara akibat terjadi mark-up lebih kurang Rp2,4 miliar.

“Pengaduan itu bukan ditelaah Bramantyo, tapi kemungkinan besar dinegosiasikan sehingga kasusnya tak berlanjut,” katanya. “Saat itu Bramantyo dibawah kendali Kajari I Gede Putu Sudharma,” kata Ridwan.

Ia juga menegaskan, setelah menerima berkas pengaduan, Bramatyo tidak pernah melakukan penyelidikan dan memberitahukan hasil penyelidikannya ke Seksi Pidana Khusus Kejari Samarinda, bahkan diduga Bramantyo bertemu pihak terlapor di Jakarta.

Kasus pengadaan Buku Ensiklopedia itu menggunakan anggaran APBD Perubahan Tahun 2015 senilai Rp 7.147.962.000. Masa pelaksanaan pekerjaan adalah 19 November 2015 sampai 19 Desember 2015 atau tiga puluh hari.

Kontraktor yang mengerjakan PT Raja Alam Permata (RAP), dengan spesifik pekerjaan pengadaan buku untuk 10 judul Ensiklopedia dengan 118 sub judul. Buku tersebut dibagi-bagi untuk 120 SMA Negeri/SMK se-Kaltim.

Dalam pengadaan buku ensikolopedi, RAP mengambil keuntungan tidak wajar dengan bekerjasama dengan panitia pengadaan dengan cara memark-up HPS (Harga Pedoman Sendiri), sehingga memperoleh margin (keuntungan) tidak wajar.

Menurut Ridwan yang melakukan investigasi harga buku via internet, untuk satu set di pasaran umum harga 10 judul buku yang menjadi objek pengadaan adalah Rp33.501.000. Namun berdasar nilai kontrak, harganya Rp59.566.350.

Hitungannya adalah nilai kontrak Rp7.147.962.000 dibagi 120 set buku, yakni Rp59.566.350. Harga itu sudah termasuk PPh (Badan-PT Raja Alam Permata) 1,5 persen dan ditambah biaya pengiriman ke sekolah-sekolah, serta keuntungan kontraktor.

“Harga yang wajar total nilai kontrak pengadaan buku Ensiklopedia itu tidak lebih Rp4,7 Miliar,” ujar pelapor sambil menyebut angka wajar hitungannya Rp 4.682.500.000.

Berikut analisa kasus dugaan mark up dalam kasus pengadaan Buku Ensiklopedia berdasarkan survei pasar, harga buku tersebut di pasaran umum rinciannya sebagai berikut:

Ensiklopedia Tematik Keterampilan Pramuka, PT Borubudur Inspira Nusantara Rp4.500.000,oo. Ensiklopedia Praja Muda Karana, PT Lentera Abadi Rp2.700.000,oo. Ensiklopedia Mengenal Sains, PT Aku Bisa Rp3.750.000,oo.

Kemudian harga Ensiklopedia Pengetahuan Populer, PT Lentera Abadi Rp2.250.000,oo. Ensiklopedia Seni Budaya dan Warisan Indonesia, PT Aku Bisa Rp4.500.000,oo. Ensiklopedia Sains Spektakuler, PT Aku Bisa Rp6.000.000,oo.

Selanjutnya harga Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Nusantara, PT Kawan Pustaka Rp2.880.000,oo. Ensiklopedia IPS, PT Mediaantara Rp696.000,oo. Ensiklopedia IPA, PT Lentera Abadi Rp2.625.000,oo. Ensiklopedia Permainan Tradisional Indonesia, PT Borobudur Inspira NusantaraRp3.600.000,oo. “Dengan demikian harga buku untuk satu set di pasaran umum hanya Rp33.501.000,oo,” paparnya.

Untuk harga buku sebanyak 120 set adalah: 120 XRp33.501.000,oo = Rp 4.020.120.000,oo, PPh Badan 1,5 persen XRp4.020.120.000,oo = Rp 60.301.800,oo. Transport dan pengiriman buku ke sekolah-sekolah = Rp 100.000.000,oo. Keuntungan wajar pengusaha, 12,5% XRp4.020.120.000,oo = Rp 502.500.000,oo. Harga wajar nilai kontrak untuk pengadaan buku = Rp 4.682.500.000,oo.

Selisih tidak wajar/korupsi pengadaan buku; nilai kontrak Rp 7.147.962.000,oo dikurangi harga pasar Rp 4.682.500.000,oo, maka nilai kerugian negara Rp 2.465.426.000.#into

Comments are closed.