BeritaKaltim.Co

Ir Pamungkas Masih Bungkam Soal 464 Batang Sheet Pile yang “Hilang”

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO-Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPRPR) Provinsi Kalimantan Timur, Ir Pamungkas masih bungkam soal “hilang”-nya material proyek penanggulangan banjir Samarinda tahun 2011-2013 berupa 464 batang lebih sheet pile baja dan beton senilai Rp6,335 miliar.

Upaya melakukan klarifikasi dan meminta konfirmasi dari Pamungkas yang telah diupayakan sejak dua minggu lalu tetap gagal sebab, sedang berada di luar daerah. Telepon selulernya aktif, tapi saat dihubungi Pamungkas seperti membiarkan saja.

Terakhir, kemarin saat hendak ditemui di kantornya, Pamungkas juga tidak ada di tempat, dimana menurut stafnya, Pamungkas sedang keluar kantor. Nomor kontak yang ditinggal dengan stafnya, hingga sore juga tak dihubungi. Pesan singkat berisi permintaan klarifikasi juga tidak ditanggapi Pamungkas.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, DR H Rusmadi saat diminta tanggapannya mengatakan, soal material proyek yang diduga tak ditemukan tersebut perlu diklarifikasi Pamungkas atau Kepala Dinas PUPRPR Kaltim, HM Taufik Fauzi.

“Tidak sulit kok menemui Pamungkas. Dia kan pegawai negeri. Coba hubungi lagi,” kata Rusmadi menanggapi Wartawan yang menemui seusai Upacara HUT KORPRI di GOR Sempaja.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, H Fathul Halim ketika dimintai tanggapannya mengatakan, meski material proyek itu ditempatkan di tanah Pemprov Kaltim, pengelolaan dan tanggung jawab atas material proyek itu tetap melekat pada Bidang SDA-PUPRPR.

“Material proyek itu memang aset daerah, tapi yang bertanggungjawab mengelola dan memastikan tetap dalam jumlah semula adalah unit kerja masing-masing, dalam hal ini Bidang SDA-PUPRPR Kaltim, bukan BPKAD,” kata Fathul.

Sebelumnya, Pamungkas juga mengabaikan saran Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim, H Agus Suwandy yang meminta menjelaskan ke publik soal hilangnya material proyek penanggulangan banjir berupa 464 batang lebih sheet pile baja dan beton senilai Rp6,335 miliar.

“Saya sudah telepon Pak Pamungkas. Saya sarankan untuk memberikan klarifikasi soal hilangnya material proyek tersebut ke publik karena nilai material yang hilang, seperti di LHP BPK menyebut miliran rupiah,” kata Agus Suwandy.

Menurut Agus, disemua unit kerja di OPD (Organisasi Pemerintahan Daerah) pasti ada penanggungjawab barang. Siapa pegawai yang menjadi penanggung jawab barang tentu atasan tertinggi di unit-unit kerja yang tahu. “Meski berang itu dibeli tahun 2011, tapi karena belum digunakan, maka harus diamankan unit kerja di OPD pengelola proyek,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Kaltim yang melakukan audit hingga Mei 2017 tak menemukan material proyek yang belum terpakai dikegiatan proyek penanggulangan banjir Samarinda 2011-2013 senilai Rp6,335 miliar.

Material proyek yang tak ditemukan itu antara lain 91 batang sheet pile beton W325A seharga Rp1,269 miliar, 218 batang tiang pancang beton D450 mm senilai Rp4,430 miliar, 71 batang sheet pile baja untuk Karang Mumus senilai Rp538,471 juta, dan 84 batang sheet pile baja untuk Karang Asam Kecil senilai Rp636,070 juta.

Material proyek itu bagian dari proyek MYC Penangulangan Banjir Samarinda Tahun 2011-2013 yang nilai total keseluruhan material proyek Rp30,764 miliar. Apabila dihitung nilai material proyek yang hilang Rp6,335 miliar prosentase yang hilang 20% lebih.

Materail proyek itu, kata BPK, berasal dari kontrak pekerjaan Pengendalian Banjir Sistem Karang Mumus tanggal 21 Desember 2011 senilai Rp310.659.999.000,oo dengan kontraktor PT Waskita Karya., Proyek Pengendalian Banjir Sistem Karang Asam Kecil kontrak tanggal 7 Desember 2011 senilai Rp69.790.426.000,oo, kontraktor PT Hutama Karya, dan Proyek Pengendalian Banjir Sistem Loa Janan dan Rapak Dalam kontrak tanggal 21 Desember 2011 senilai Rp155.371.899.000,oo kontraktor PT PT. Relis Sapindo Utama (RSU). (to)

Comments are closed.