BeritaKaltim.Co

Kelanjutan ISBI Tanggung Jawab Kemenristek dan Dikti

Awang Faroek Ishak

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak bisa lagi membantu ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Kaltim dalam pembangun sarana dan prasarana karena ISBI sudah diserahkan Pemprov Kaltim ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti). Tapi untuk beasiswa masih bisa dialokasikan di APBD Kaltim hingga sekarang.

Hal itu dikemukakan Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak dalam jumpa pers dengan wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/11). Hadir dalam jumpa pers Asssiten Sekda Kaltim Bidang Pemerintahan dan Kesra, Meiliana, Karo Humas dan Protokol Setwilprov Kaltim, Tri Murti Rahayu, Karo Kesejahteraan Rakyat, Helto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPR) Kaltim, HM Taufik Fauzi, Kabid Cipta Karya Dinas PUPRPR, Rachmat Hidayat, Kepala Kantor Satpol PP Pemprov Kaltim, Gede Yusa.

Menurut gubernur, memang benar direktur ISBI atau wakilnya datang ingin menemuinya tapi tidak ketemu, tapi itu bukan berarti dia tidak perhatian lagi dengan ISBI, tapi kebetulan sedang di luar daerah.” Pas yang bersangkutan datang dan saya ada di tempat, kan saya terima, semua orang bisa ketemu saya,” ujar Awang.

Saat mendirikan ISBI sudah ada kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan saat itu, Pemprov membiayai keperluan mahasiswa selama menumpang di ISI (Institut Seni Indonesia) di Jogyakarta. Sambil perkuliahan berjalan, Pemprov membebaskan tanah untuk kampus di Tenggarong. Setelah tanah dibebaskan dalam jumlah yang cukup di Tenggarong Seberang, maka pembangunan kampus menjadi tanggung jawab Kemenristek Dikti (setelah pendidikan tinggi dialihkan dari Kementerian Pendidikan). “Tanah yang sudah dibebaskan sudah belasan hektar dengan dana miliaran, sudah bisa untuk membangun kampus,” terang Awang.

Kemudian , untuk operasional awal di Tenggarong juga sudah dipinjamkan bangunan dalam komplek Museum Mulawarman. Beasiswa untuk mahasiswa juga tetap dialokasikan setiap tahunnya lewat BKC (Beasiswa Kaltim Cemerlang). “Cuma segitu saja lagi yang bisa dibantu,” kata gubernur.

Untuk pembangunan kampaus dan sarana pendukung, kata Awang, menjadi masalah karena di pusat, entah bagaimana, ISBI Kaltim tidak dibentuk sebagai organisasi satuan kerja (satker) dari Kemenetristek Dikti. “Seharusnya direktur ISBI yang bicara dengan Kemenristek Dikti soal pembentukan satker),” tambah Awang.

Tanpa menjadi satker dari Kemenristek Dikti, ISBI akan kesulitan memperoleh anggaran dari Kemenristek Dikti, termasuk meminta dana untuk pembangunan kampus dan sarana pendukung. “Saya juga tidak tahu persis mengapa ISBI belum menjadi satker dari Kemenristek Dikti,” ucap Awang.#into

Comments are closed.