BeritaKaltim.Co

Dinkes Bontang: Wabah Difteri belum Masuk

BONTANG, beritakaltim.co- Timbulnya kembali wabah Difteri di Indonesia. Khususnya beberapa yang terjangkit di Pulau Kalimantan memang diakui oleh Dinas Kesehatan Kota Bontang.

Adi Permana Kepala Seksi Survei Lans Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Kota Bontang menjelaskan, Wabah tersebut menjangkit lagi di Indonesia khususnya pulau Kalimantan karena menurunnya trend imunisasi di masyarakat. Menurutnya, Kalau imunisasi trennya meningkat tidak akan menjangkit manusia.

“Kalau imunisasi ini dilakukan mulai sejak bayi, balita hingga masuk bangku sekolah dasar. Insha allah tidak akan ada wabah difteri yang menjangkit,” ucapnya kepada Beritakaltim saat ditemui di kantornya, JL. Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Api – api, Jumat, 8 Desember 2017.

Kata dia, sampai saat ini Kota Bontang masih aman dari wabah Difteri dan pihaknya sudah mengkonfirmasi ke provinsi bahwa Kalimantan Timur pun aman dari wabah tersebut.

“Bulan november ini saja kami baru memberikan vaksin difteri,” ungkapnya.

Lanjut dia, penurunan kepedulian masyarakat Kota Bontang akan kesehatanya mulai berkurang. Bagaimana tidak? Untuk memberikan imunisasi saja kepada semua siswa dan siswi masih banyak orangtua murid yang melakukan penolakan karena hal – hal lain.

Pihaknya juga tidak bisa menyalahkan guru karena setiap akan melakukan vaksinasi kepada murid, sekolah bersurat kepada orangtua murid untuk persetujuan tersebut.

“Kami sudah berulangkali melakukan penyuluhan ke sekolah – sekolah dengan Disdik, Kementerian agama dan MUI tetapi masih ada saja yang melakukan penolakan,” paparnya.

Ia menambahkan, dengan menurunnya vaksinasi yang diberikan kepada kepada anak otomatis dampaknya akan dirasakan nantinya ketika melakukan perjalanan ke tempat yang sudah terkena dampak tersebut.

“Memang mungkin ada yang mengatakan anak saya tidak divaksin tidak apa – apa juga, Yah karena mungkin masih berada di lingkungan yang sehat saja,” katanya.

Perlunya pemberian imunisasi yang paling banyak yaitu di sekolah dasar, Kata dia, bisa menyentuh angka 50 persen persekolah.

Iapun berharap, Semua orangtua murid yang ada di Kota Bontang lebih peduli terhadap kesehatan anaknya karena wabah difteri sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. #adv

Comments are closed.