BeritaKaltim.Co

Bos Komura Dituntut 15 Tahun Penjara, Buruh Kaget

SAMARINDA, beritakaltim.co -Sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan pemerasaan Koperasi TKBM Komura di TPK Palaran Samarinda, Kalimantan Timur yang melibatkan dua bos Komura akhirnya dilaksanakan setelah sempat mengalami penundaan beberapa kali.

Sidang yang setiap kali dipenuhi oleh ratusan buruh Komura ini mulai digelar sekitar pukul 22.30 Wita di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (14/12/17) malam.

Sekretaris Komura Dwi Hary Winarno yang lebih dulu dibacakan tuntutannya oleh JPU kemudian menyusul Ketua Komura Jafar Abdul Gafar, sama-sama dinyatakan terbukti secara syah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemerasan dengan cara Pungutan liar (Pungli) sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 368 ayat (1) Junto pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP dan pasal 3 Undang-undang No 8 tahun 2010 tentang pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pasal 65 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam amar tuntutannya yang dibacakan secara bergantian oleh Agus Supriyanto, Reza Pahlepi, Yudi Satrio dan Zainal, meminta kepada Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Joni Kondolele didampingi R Yoes Hartyarso dan Edi Toto Purba, yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa masing-masing 15 tahun penjara dikurangi seluruhnya dengan masa penahanan sementara yang telah dijalani dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Selain dituntut hukuman berat yang membuat para buruh Komura tercengan, Kedua bos Komura ini juga dikenakan membayar denda Rp2,5 miliar subsidair 6 bulan kurungan dan barang bukti uang senilai Rp6 miliar lebih dirampas oleh Negara.

Menurut JPU dalam lembar tuntutan setebal ratusan halaman itu, hal yang memberatkan kepada kedua terdakwa adalah :

1. perbuatannya meresahkan masyarakat khususnya pengguna jasa bongkar muat pelabuhan Palaran.

2. Terdakwa tidak mengakui terus terang perbuatannya.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama menjalani sidang,” ucap JPU dalam pembacaan tuntutan dihadapan Majelis hakim.

Sidang akan dilanjutkan, Selasa (19/12/17) dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) oleh penasehat hukum terdakwa.#ib

Comments are closed.