BeritaKaltim.Co

Di Berau Ada Dewan Riset Daerah

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Pemerintah Kabupaten Berau resmi membentuk dan melantik Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Berau periode 2017-2020. Pelantikan oleh Bupati Berau H Muharram SPd, Kamis (21/12), di Aula Hotel Bumi Segah.

Anggota DRD yang dilantik sebanyak 13 yang terdiri dari akademisi, pengusaha, masyarakat dan profesional. DRD ini merupakan hasil arahan dari Bupati Berau H Muharram Spd dan kerja sama dari seluruh pihak dalam membantu pembangunan melalui kebijakan strategis sesuai dengan isu-isu di daerah.

Wakil Ketua DRD Kabupaten Berau, Sutyastie Soemitro Remi menyampaikan, DRD yang dibentuk ini merupakan gabungan dari beberapa orang dari berbagai bidang. Dengan pembentukan ini bisa memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Berau yang unggul, sejahtera, berdaya saing dan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) berbasis Sumber Daya Manusia (SDM). “Kita sudah siap bekerja setelah resmi dilantik ini,” ujarnya.

Sementara Bupati Berau Muharram menegaskan, dengan adanya DRD ini maka kepercayaan dirinya sebagai kepala daerah juga meningkat. Mengingat, sumbangsih yang akan diberikan oleh DRD ini natinya dalam mendukung pembangunan di Bumi Batiwakkal secara jangka panjang. “Tidak gampang menyatukan orang-orang hebat ini. Jadi saya patut bersyukur ada yang membantu dan memberikan sandaran kepada pemerintah daerah selama tiga tahun kedepan,” katanya.

Kepada anggota DRD yang dilantik, Bupati Muharram juga menjelaskan mengenai potensi yang ada di Berau, seperti jumlah luas wilayah perairan yang mencapai 2,2 juta hektar serta daratan 1,2 juta hektar. Dan sebagian besar dari luas daratan atau 75 persen merupakan potensi kehutanan.

Disampaikan juga bahwa pada tahun 2018 mendatang terjadi penurunan APBD Berau, yang sebelumnya Rp 2,8 triliun turun menjadi Rp 1,8 triliun. Ia pun optimis melalui DRD ini bisa memberikan bantuan kepada pemerintah daerah dalam mencari sumber ekonomi alternatif untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Selama ini, dikatakan Bupati Muharram bahwa sumber pendapatan daerah masih bergantung dari sumber daya alam dan 60 persen berasal dari sektor pertambangan batu bara. Kondisi ini pun mempengaruhi trend perekonomian di Berau. “Kalau harga batu bara turun maka pendapatan juga turun. Kita mengikuti fluktuasi harga batu bara. Kedepan kita harus mencari sumber pendapatan lain dengan memanfaatkan sektor-sektor yang belum tergarap maksimal,” pungkasnya.

Setelah dilakukan pelantikan DRD ini, dilanjutkan dengan Loka Karya Nasional Pembangunan Berkelanjutan dengan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Program Karbon Hutan Berau berbasis Rendah Emisi.(adv/mar)

Comments are closed.