BeritaKaltim.Co

Keluarga Korban Speedboat Terbalik Menduga Kecelakaan itu Murni Kelalaian

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Suasana duka sangat terasa saat media ini memasuki rumah milik Yohanes Kurniawan dan Feni Ismanto pada Kamis (4/1/2017) sekira pukul 11.00 wita. Puluhan pelayat datang menggunakan baju berwarna hitam sementara Yohanes dan Feni menggunakan baju putih duduk disamping peti jenazah Almarhumah Felicia dan Natasya.

Felicia dan Natasya merupakan kaka beradik yang menjadi salah korban dari kecelakaan Speedboat Anugrah Expres yang dikemudikan oleh Amir dan terbalik pada Senin (1/1/2017) lalu di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kematian kedua putrinya itu rupanya menisakan luka mendalam bagi keluarga besar, bahkan pihak keluarga mengaku belum dapat menerima apa yang telah terjadi kepada mereka.

“Kami tidak terima jika ini dikatakan musibah, ini jelas kelalaian manusia, apalagi kami mendapat informasi jika motoris itu bukan yang asli melainkan digantikan, dan aneh saja, jika dalam waktu 4 menit perjalanan speed sudah terbalik hingga 2 kali, itu kan aneh, kecepatan speed berapa,” ujar paman korban Hariono Ismanto dengan raut penuh tanya.

Natasya dan Felicia sendiri di ketahui berangkat dari Berau pukul 04.00 wita dan tiba di Bulungan pukul 07.00 wita,keduanyapun sempat pergi sarapan bersama ibunya sebelum masuk kedalam pelabuhan penyebrangan Kayan. Pada pukul 08.00 wita Felicia dan Natasya yang duduk bersampingan didekat pintu masuk speedboad sempat melambaikan tangan kepada sang ibunda yang menemaninya hingga dermaga Kayan II.

Namun siapa sangka, lambaian tangan itu menjadi pertanda ucapan selamat tinggal untuk terahir kali bagi ibundanya, pasalnya 4 menit setelah keberangkatan speedboad Anugrah Express yang ditumpangi kedua buah hatinya mengalami kecelakaan, Feni yang panik langsung kembali menuju dermaga dan melihat speedboad sudah dalam keadaan terbalik.

“Saya melihat anak saya sempat melambai kepada saya sebelum berangkat, saya dapat informasi seharusnya speed berangkat pukul 07.00 wita, namun hingga pukul 08.10 wita speed baru bergerak, baru 4 menit saya meninggalkan dermaga sudah ditelpon mengatakam speed yang ditumpangi anak saya mengalami kecelakaan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Felicia dan Natasya sendiri di ketahui hendak menuju tarakan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Tawau,Malaysia, namun rencananya tersebut harus tenggelam selamanya di sungai Kayan. Keluarga korban menilai, peristiwa terbaliknya Speedboad Anugrah Expreess bukan murni kecelakaan,melainkan ada unsur kelalaian yang di lakukan pihak pengelola.

“Kami menduga bahwa speed over kapasitas, dan hal ini akan kami tuntut, kami masih menunggu pihak pengacara, bayangkan saja, jumlah penumpanh mencapai 51 orang, ditambah lagi saat ditemukan kedua keponakan saya tidak menggunakan pelampung, seharusnya itu safety utama yang wajib dimiliki setiap maskapai pelayaran,” tambah Hariono.

Kepergian Felicia dan Natasya tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, bahkan Mega salah seorang sahabat korban yang ikut mengiringi hingga kepergian sahabat karibnya tersebut hingga tempat peristirahatan terkahir tidak kuat menahan haru saat peti jenazah dimasukan keliang lahat.

“Felicia dan Natasya sudah seperti saudara saya sendiri. dari kecil kami berkawan, satu gereja, dan merekaemiliki hobi yang sama yakni makan, mereka ramah, dan mudah bergaul dengan siapa saja,” ucap Mega salah satu rekan korban.

Seperti di ketahui, Natasya Kurniawan yang lahir pada 13 September 2001 lalu serta Felicia Kurniawan pada 13 November 1999 harus menjadi korban dari tragedi speed naas uang menelan 9 korban.

“Kami semua ikhlas, namun akan tetap melanjutkan kasus ini keproses hukum agar tidak ada lagi korban-korban lain akibat kelalaian manusia,” tutup Hariono. #mar

Comments are closed.