BeritaKaltim.Co

Duh, Rizal Effendi Kok Segitunya…

Catatan Bang Uchok

Empat pasang calon kandidat Pilgub Kaltim sudah dinyatakan lolos tes kesehatan. Sejatinya, nama-nama itu, Rusmadi Wongso – Safaruddin, Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat, Isran Noor – Hadi Mulyadi dan Sofyan Hasdam – Nusyirwan Ismail sudah siap berlaga, tinggal menunggu pengumuman KPU (Komisi Pemilihan Umum) resmi menjadi peserta Pilgub Kaltim.

Jagat politik mulai memanas, karena sejumlah tokoh publik pun mulai memunculkan statement tentang dukungannya kepada calon tertentu. Misalnya Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan yang gagal maju sebagai bakal calon wakil gubernur berpasangan dengan Syaharie Jaang. Secara terang-terangan, Rizal yang sebagian sejarah hidupnya di dunia Wartawan mengatakan tidak mendukung Syaharie Jaang dalam Pilgub kali ini.

“Ya yang jelas bukan Pak Jaang. Kita bisa lihat reaksi warga Balikpapan sewaktu mereka menanggapi sikap beliau yang berubah waktu itu. Ya itulah suara warga kita, ya karena ulah dia juga,” ujarnya.

Reaksi Rizal menolak pasangan Syaharie Jaang itu menjadi pukulan telak. Karena bagaimanapun mereka memerlukan dukungan suara dari Balikpapan untuk memenangkan kontestasi pilgub kali ini. Apalagi, menurut survei perorangan ketika menjelang Pilgub nama Syaharie Jaang dan Rizal Effendi cukup tinggi. Bahkan ada yang meyakini bakal menang Pilgub meskipun melawan Rita Widyasari yang dipersepsikan suaranya cukup tinggi.

Kenapa Rizal bersikap seperti itu. Tentu ada alasannya. Seperti yang diketahui publik, Rizal awalnya sudah dipasangkan dengan Syaharie Jaang. Bahkan foto mereka berdua dengan tagline ‘Jari’ alias Jaang-Rizal, sudah tersebar sampai pelosok-pelosok. Ini sudah ada sejak 6 bulan silam.

Pasangan Syaharie Jaang- Rizal Effendi menjadi momok bagi Rita Widyasari yang waktu itu belum menentukan pilihan siapa wakilnya. Sampai akhirnya Rita ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), pasangan Jaang-Rizal nyaris memenangkan persepsi; inilah pemenangnya.

Entah apa yang terjadi kemudian, sehingga Syaharie Jaang tidak berpasangan dengan Rizal Effendi. Syaharie Jaang justru berpasangan dengan Awang Ferdian Hidayat, putra dari Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltim.

Ketika publik bertanya-tanya apa yang terjadi, bahkan banyak pendukungnya yang menyesali ‘perceraian’ itu, di media sosial pribadinya, instagram, Rizal Effendi membuka alasannya. Sederhana saja, dia mengatakan tidak jadinya maju berpasangan dengan Syahrie Jaang disebabkan sudah tidak lagi berjodoh. Kata Rizal, dia dianggap tidak punya sumber daya yang cukup, tidak terpenuhi secara maksimal.

Tapi, ada yang mengganjal hatinya ketika ada ucapan dari Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, yang menyebutkan bahwa Rizal yang tidak memilih lagi bersama Syaharie Jaang, calon dari Partai Demokrat.

Kata Rizal Effendi; “Saya sudah dua kali didukung Demokrat dalam pilwali (pemilihan wali kota), saya terima kasih. Saya mundur karena lebih bernuansa urusan logistik, yang membuat Pak Jaang menerima pinangan putra Pak Gubernur (Awang Ferdian Hidayat),” kata Rizal seperti dirilis Tempo.

Dalam tulisan pribadinya, Rizal juga mengungkapkan bahwa sampai detik-detik terakhir dia masih bersama-sama dengan Syaharie Jaang. Menjelang partai Demokrat mengeluarkan pengumuman mengusung siapa, nama Syaharie Jaang – Rizal Effendi masih tetap bertahan. Kalau sampai akhirnya Rizal “ditendang”, berarti benar Rizal memang kalah logistik dibanding Awang Ferdian Hidayat yang akhirnya dipilih oleh Partai Demokrat.

Menurut Rizal, hampir semua calon pernah meminang dirinya untuk menjadi calon wakil gubernur, tapi ia tak bisa memenuhinya karena alasan dana.

“Tapi saya tahu diri karena tak punya kemampuan sumber dana,” ujarnya. Saat ditanya apakah yang dia maksud adalah mahar politik, Rizal membantahnya, tapi enggan menjelaskan nuansa logistik, yang disebut sebagai penyebab dirinya batal mendampingi Syaharie Jaang.

Sekarang, kemana langkah politik Rizal Effendi diarahkan?

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengaku telah ditemui pasangan Rusmadi-Safaruddin dan Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail belum lama ini. Yang disampaikan adalah keinginan agar dirinya memberikan dukungan saat Pilgub 2018 nanti.

“Ada beberapa komitmen yang mereka sampaikan lebih memperhatikan Balikpapan. Selama ini Balikpapan seperti kurang diperhatikan, berbeda dengan Samarinda,” cerita Rizal.

Komitmen terhadap dukungan pembangunan Balikpapan ini sangatlah penting, mengingat dirinya tak ingin hanya sekadar mendukung tetapi melupakan amanah warga Balikpapan yang diemban dirinya sebagai walikota.

“Jadi sejauh mana komitmen mereka itu akan saya pelajari. Apakah ini sejalan dengan keinginan dan harapan warga Balikpapan,” katanya.

Siapa bakal didukung Rizal, tentu hanya dia yang tahu. Tapi pernyataannya “yang jelas bukan Syaharie Jaang”, memberikan gambaran kecewanya dia dengan Wali Kota Samarinda itu. “Kok sampai segitunya. Ya? #le

Comments are closed.