BeritaKaltim.Co

PDI Perjuangan Masih Memimpin dalam Elektabilitas

SAMARINDA, beritakaltim.co- Jika ada Pemilu legislatif maupun eksekutif bulan Januari 2018 lalu PDI (Partai Demokrasi Indonesia) Perjuangan berpeluang besar memenangkannya.

Setidaknya begitulah hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia Denny JA yang dirilis bulan Januari 2018 lalu. Walau ada trend penurunan sejak bulan Agustus 2017 sampai Januari 2018, namun partai berlambag banteng ini tetap unggul elektabilitasnya.

Trend penurunan terlihat cukup deras. Jika pada bulan Agustus 2017 elektabilitas PDI Perjuangan sebesar 28,3 persen, pada Desember tinggal 22,7 persen,dan Januari turun lagi jadi 22,2 persen.

Sementara pesaing kedua di bawah PDI Perjuangan adalah Partai Golkar. Partai yang sekarang dinakhodai Airlangga Hartarto itu pada Agustus 2017 sebesar 11, 6 persen, naik pada Desember menjadi 13,8 persen, kemudian Januari 2018 melambung ke 15,5 persen.

Menurut Rully Akbar dari LSI Denny JA, elektabilitas Golkar naik karena faktor Airlangga Hartarto yang menjadi ketua umum. Airlangga yang memiliki citra berintegritas dinilai memberikan harapan baru setelah terpuruk gara-gara Setya Novanto terjerat kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik.

“Pemilih Golkar yang lari ke PDI Perjuangan dan segmen pemilih sama wong cilik yang tadi sempat kecewa terhadap Setya Novanto balik lagi ke kandang Golkar, yang tadi sempat lari. Sosok Ketua Umum Golkar Airlangga beri harapan Golkar bersih. Figur Airlangga dianggap faktor pembaharu Golkar, harapan baru (Golkar),” ujar Rully dalam jumpa pers di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Migrasi pemilih antara PDI Perjuangan dan Golkar bisa terjadi karena kedua partai ini memiliki platform partai yang sama yaitu nasionalis dan juga memiliki basis dukungan tradisional yang sama yaitu menengah bawah (wong cilik).”

Survei ini mengambil 1200 responden berdasarkan multi stage random sampling yang dilakukan dengan wawancara tatap muka. Adapun survei dilakukan di 34 provinsi dari tanggal 7 sampai 14 Januari 2018 dengan margin of error plus minus 2,9 persen.

Sebelumnya, pada bulan September 2017, CSIS (Centre for Strategic and International Studies) merilis elektabilitas PDI Perjuangan. Hasil survei pada 23-30 Agustus 2017, partainya Ketum Megawati Soekarnoputra itu memiliki elektabilitas 35,1 %, naik tipis dari dua tahun sebelumnya yakni 32 % (2015) dan 34,6 % (2016).

Urutan kedua ditempati Partai Gerindra 14,2 %. Sebelumnya Gerindra memperoleh elektabilitas 14,3 % (2016) dan 17,3 % (2015). Golkar yang berada di peringkat ketiga mengalami penurunan cukup signifikan yakni dari 14,1 % (2016) ke (10,9) persen.

Adapun elektabilitas partai-partai lainnya secara berturut-turut pada 2017 adalah Demokrat 6,4 %, PKB 4,6 %, Nasdem 3,8 %, PKS 3,6 %, PAN 2,9 %, PPP 2,3 %, Perindo 2,2 %, Hanura 1,5 %, PBB 0,3 %. #

Comments are closed.