BeritaKaltim.Co

Isun Pag’ Tipunan Momen Perkuat Tali Silaturahmi

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Ikatan Kerukunan Keluarga Bajau (IKKB) mengelar Isun Pag’ Tipunan atau musayawarah, Minggu (25/2) di Hotel Derawan Indah. Kegiatan yang dihadiri seluruh paguyuban Bajau di Kabupaten Berau tersebut dibuka Bupati Berau, H Muharram S Pd. Kegiatan juga dihadiri oleh beberapa paguyuban yang ada di Bumi Batiwakkal serta tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IKKB Berau, Teddy Nanang Abay menyampaikan bahwa musyawarah yang dilaksanakan ini merupakan kali kedua diadakan. Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi momentum dalam memperkuat tali silahturahmi antara masyarakat Bajau yang ada di Bumi Batiwakkal.

Teddy juga mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat Bajau hidup di daerah pesisir. Tentu hal ini yang harus dimanfaatkan untuk mengambil segala peluang yang ada khususnya dalam hal peningkatan taraf hidup masyarakat. Dimana pesisir menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. “Melalui kegiatan ini diharapkan IKKB jadi motor pergerak perekonomian dan pembangunan di Berau,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar seluruh masyarakat Bajau terus mempertahankan adat dan budaya. Dimana dalam hal ini, kearifan lokal ini menjadi sumber kekuatan dalam membantu pemerintah mempertahankan keutuhan daerah.

Sementara Bupati Muharram menyampaikan apresiasi kepada seluruh paguyuban yang ada. Ia menilai, dengan kehadiran paguyuban ini secara tidak langsung membantu pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Masing-masing paguyuban memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Dimana keanekaragaman budaya dan suku yang ada menjadi senjata utama dalam roda pembangunan.

“Karena masin-masing paguyuban ini bisa berperan dalam bidang sosial yang merupakan tugas pemerintah. Begitu juga dalam hal seni dan budaya, setiap paguyuban memberikan bimbingan kepada masyarakatnya. Tentu ini sangat membantu pemerintah daerah,” katanya.

Senada dengan Ketua IKKB, Bupati Muharram juga menyampaikan agar seluruh masyarakat di pesisir ini bisa memanfaatkan peluang yang ada. Khusus di pesisir yang memiliki potensi wisata, diharapkan agar masyarakat bisa mengambil peran utama dalam hal ini. Sehingga tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri. “Optimalkan segala potensi yang ada,” jelasnya.

Terakhir Bupati Muharram mengharapkan agar setiap paguyuban yang ada di Berau bisa menjaga satu sama lain. Dimana isu SARA harus diantisipasi secepatnya. Karena ditengah keragaman suku dan budaya ini menjadi kerawanan dalam perkembangan isu SARA. “Jadi kalau ada persoalan dan itu dilakukan oleh oknum, jangan sampai paguyuban pun ikut. Harus bisa diselesaikan secara personal. Saya harap kebersamaan yang telah terjalin saat ini bisa terus dijaga dengan baik,” pungkasnya. MAR

Comments are closed.