Pemasaran Produk Diungkap Dalam Reses Rijal
TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Jika pada umumnya setiap anggota DPRD Berau melakukan reses di zonanya masing – masing, warga selalu menympaikan aspirasinya terkait peningkatan infrastruktur, listrik, saran air bersih, pendidikan atau kesehatan. Namun reses kali ini anggota DPRD Berau, Ir H Ahmad Rijal di Kecamatan Tanjung Redeb berbeda berbeda dengan lainnya.
Bahkan Rijal mengaku salut dengan gagasan para pemuda Tanjung Redeb yang tergabung di Wira Usaha Muda Berau (WUMB) dan Industry Kreatif (Inka), mereka mengajak sharing terkait persoalan pemasaran, kemasan, termasuk terkait kerajiann tangan yang menggunakan sumber daya alam.
“ Pemuda – pemuda ini yang terjun di lapangan menjajahkan dari berbagai hasil kerajinan tangan dengan khas masing – masing, yang terkait pernak – pernik budaya di kabupaten Berau. Bahkan mereka sendiri kerap kali membuat beberapa even untuk menarik minat pemuda, untuk bergabung mengimplementasikan ide – ide kratif “ ungkap Rijal.
Namun yang menjadi keluhan para wira usaha muda ini, mereka kerap kali mengeluhkan biaya pemanfaatan aset pemerintah daerah, diamana biaya tersebut dianggap membebani mereka.
“ Ya seperti tenda, gedung dan faslitas lainnya, semua biaya sewa itu dianggap masih membebani mereka. Karena itu, aspirasi mereka tetapi kami tampung, kemudian nantinya akan kita bicarakan dengan instansi terkait, agar harga sewa benar – benar dapat meringankan mereka” ujarnya.
Sisi lain, para pemuda ini juga berharap mendapatkan bantuan modal, agar hasil kreatifitas mereka dapat berkembang, untuk dipasarkan di berbagai even, termasuk even di luar Berau. Dengan demikian hasil karya mereka tidak berkutat di Berau saja, tetapi juga bisa di kenal di luar daerah, termasuk ditingkat nasional.
Terkait permodalan, dikatakan Rijal, Pemkab sudah mempersiapkan bagi wira usaha, tinggal payung hukumnya, baik Peraturan Bupati (Perbup) tentang bantuan dana bergulir tanpa bunga. “ Biaya administrasi tetap ada, jadi tidak gratis sama sekali, tetapi sangat kecil,” urainya.
Kemudian, sambung Rijal, terkait regulasi penyertaan modal sedang dipersiapkan, untuk pinjaman dana bergulir tanpa bunga tadi. “ Dana yang disiapkan sudah ada Rp 7 miliyar, bisa nggak instansi terkait menjalankan ini. Karena target untuk pinjaman para pelaku UKM ini antara Rp 10 juta hingga sampai Rp 20 juta. Kita harapkan anggaran yang ada itu nanti dapat dirasakan oleh semua wira usaha kecil menengah,” ungkapnya.
Terkait industry kreatif, selama ini mengandalkan hasil produksi yang tidak terfikirkan orang banyak, seperti serabut kelapa,batu alam yang dibuat manic – manic dan berbagai bentuk khas Kalimantan Timur, yang membuat semua orang tertarik. Bahan bakunya pun sudah tersedia di beberapa kecamatan, sehingga mudah mendapatkan bahan bakunya.
Namun yang menjadi keluhan sekarang adalah terkait ekspedisi, yang terbilang sangat mahal setiap kali melakukan pengiriman keluar daerah. “ Kami pun juga memberikan solusi terkait ekpedisi tersebut, salah satunya pengiriman barang bisa dilakukan melalui kapal laut, walau proses pengirimannya agak lama, tetapi lebih murah dari pada melalui transportasi lainnya. Solusi lainnya adalah melakukan pemasaran melalui media sosial. ” urai Rijal.
Rijal mengakui, bahwa reses kali ini tidak ada bicara fisik, kalau pun ada paling jalan gang, semenisasi, drainase, penerangan jalan. Dan semua sudah dijawab secara tekhnis, sehingga semua warga yang hadir mengeikuti reses memahami. Pungkasnya. MAR
Comments are closed.