Fokus Budidaya  Tambak Udang

oleh

TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.CO- Saat ini Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan sedang berupaya dalam meningkatkan produksi perikanan melalui program budidaya. Dalam peningkatan ini, Dinas Perikanan fokus dalam budidaya tambak khusus komoditas udang.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih menjelaskan, Berau memiliki potensi sangat besar dalam bidang budidaya perikanan ini. Dimana saat ini Berau menjadi penghasil udang windu terbesar di Kalimantan Timur. Tentu potensi ini akan dimaksimalkan lagi, sehingga target sentra budidaya perikanan di Kaltim bisa tercapai.

Dalam mendukung program ini, Yunda menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan beberapa program, seperti menentukan sentra-sentra budidaya. Khusus untuk budidaya tambak terletak di seluruh kawasan pesisir kecuali Kecamatan Biduk-Biduk.

“Paling besar itu berada di Kecamatan Pulau Derawan, sementara untuk Maratua masuk dalam budidaya laut,” jelasnya.

Diungkapkan, di Kecamatan Pulau Derawan luas eksistensi tambak mencapai 20 ribu hektar. Sementara dari total potensi lahan yang ada ini, seluas 10 ribu hektar masuk dalam pengelolaan tambak. Yunda menyampaikan, masih ada 10 ribu hektar lagi yang berpotensi untuk dimaksimalkan.

“Sementara berdasarkan RTRW kita, potensi lahan tambak di Berau mencapai 72 ribu hektar,” ungkapnya.

Untuk pengembangan budidaya tambak ini, Dinas Perikanan Berau akan melalui identifikasi pembudidaya unggulan. Setelah melakukan pendataan, pemerintah akan memberikan dukungan penuh berupa sarana dan prasarana untuk lebih mengoptimalkan produksi perikanan.

Sementara untuk pembudidaya tradisional juga akan diberikan dukungan penuh melalui program revitalisasi tambak dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam hal ini para pembudidaya diminta tidak lagi membuka lahan baru tapi memaksimalkan lahan yang ada. Petambak akan diberikan dukungan penuh berupa benih, pakan, pupuk dan obat-obatan.

“Melalui program yang akan kita jalankan ini nantinya bisa meningkatkan produksi budidaya perikanan. Dan diharapkan juga Berau bisa menjadi sentra budidaya di Kaltim,” ujarnya.

Sementara dalam mendukung pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor budidaya perikanan ini, Yunda menjelaskan, pihaknya juga telah merencankan program tersebut. Namun saat ini, fokus yang dilakukan masih sebatas penguatan seluruh pembudidaya agar tercipta kemandirian.

“Tentu ini akan sejalan nantinya, jika produksi kita meningkat tentu PAD yang masuk juga besar. Akan kita buatkan paying hukumnya nanti, sementara kita fokus pada pembudidaya dulu,” pungkasnya. (adv/mar)