Muharram Narasumber Rakor Pangan se-Kaltim

oleh

TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.CO- Pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Berau memiliki potensi yang besar dan menjadi salah satu daerah yang diandalkan dalam memenuhi kebutuhan pangan di Kalimantan Timur maupun secara nasional. Salah satu produk pertanian yang diunggulkan adalah komoditi jagung, yang saat ini memasok 65,84 persen dari total produksi jagung Kaltim 55.253 ton.

Tidak hanya jagung, beberapa komoditi seperti lada maupun kakao juga menjadi unggulan potensial.

Pembangunan pertanian di Bumi Batiwakkal ini, dipaparkan Bupati Berau, H Muharram S Pd MM, dihadapan peserta rapat koordinasi (Rakor) Pangan se Kalimantan Timur yang digelar di Lamin Etam, Samarinda, Rabu (14/3) hingga Kamis (15/3) kemarin.

Bupati Muharram menjadi salah satu narasumber bersama Direkrotrat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Staf Ahli Anggota DPR RI Komisi IV dan Universitas Mulawarman, dalam rakor yang mengambil tema wirausaha muda menuju hilirisasi produk pertanian dan perikanan.

Sektor pertanian, khususnya jagung di Kabupaten Berau disampaikan Muharram terus berkembangkan, bahkan targetnya terus meningkatkan setiap tahun. Dalam pembangunan pertanian ini disampaikan Muharram harus melibatkan seluruh stakeholder.

Terutama hadirnya pemerintah dalam membantu petani untuk meningkatkan produksi hingga peningkatan nilai jualnya. Mulai dari mengendalikan harga pasar hingga menghubungkan petani dengan pemasaran. Sehingga dengan hadirnya negara ditengah tengah petani, menurutnya akan meningkatkan sektor ini.

Pemerintah dikatakan Bupati Muharram juga memiliki peran dalam melakukan pemetaan dari potensi pertanian disetiap daerah. Sehingga masing masing daerah akan dapat ditetapkan potensi unggulan yang harus ditargetkan. Pemerintah juga menggandeng perusahaan sehingga kelayakan nilai produksi dari produk pertanian tersebut jelas.

Muharram mencontohkan di Kaltim ada industri peternakan ayam yang kebutuhan sekian ratus ribu ton. Namun belum mampu menyediakan sebesar itu maka tentu harus ada pembagian wilayah sehingga mampu memenuhi kontrak kerja dengan perusahaan tersebut.

“Karena jika perusahaan tidak mendapatkan kebutuhan didaerah ini, tentu mereka akan mencari kedaerah lain. Ini yang perlu dipenuhi dengan produksi dari daerah ini,” jelasnya.

Dalam peningkatan pertanian, disampaikan Muharram yang harus didukung adalah kesiapan sumber daya manusia. Sehingga di Kabupaten Berau pendampingan kepada petani terus menjadi program.

Bahkan dengan dukungan non goverment organization saat ini ribuan petani sudah terlatih. Pasalnya kesiapan SDM sangat penting dalam peningkatkan pertanian. Selain itu meningkatkan gairah petani juga harus ditopang dengan ketersediaan bibit unggul yang tentunya harus ada peran pemerintah.

“Produksi jagung kita saat ini masing 5-6 ton per hektar. Sementara ada daerah lain yang bisa mencapai 10 ton per hektar. Sehingga upaya peningkatan produktivitas ini yang harus dilakukan,” jelasnya.

Memastikan pasar yang kontinyu dan peningkatan produktivitas yang tinggi maka diyakini sektor pertanian dikatakan Muharram akan terus tumbuh yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam mendorong sektor ini di Kabupaten Berau dikatakan Muharram telah dilakukan memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan dan kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi dalam program produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades), termasuk dalam pengembangan jagung.

Disamping juga lada dan kakao. Dimana perusahaan akan membeli produk petani dengan harga yang sesuai standar  dan sesuai skema yang disepakati, ditambah dengan pendampingan dan dukungan sarana prasarana produski pertanian.

“Ini sudah kami lakukan untuk tiga komoditi, Jagung, Lada dan Kakao,” ungkapnya.

Saat ini Pemkab Berau juga mengembangkan program pertanian organik yang saat ini telah menghasilkan produk beras organik yang selanjutnya diprogramkan untuk lada maupun kakao organik. #adv/hel