BeritaKaltim.Co

Optimalisasi Dana Desa Melalui Program Padat Karya

 

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Anggaran Dana Desa (DD) yang terus meningkat dari tahun ke tahun, telah memberikan kesempatan kepada pemerintahan dan masyarakat desa untuk melakukan pembangunan dan pemberdayaan di desa masing-masing. Meski alokasi dan pemanfaatan DD bisa disesuaikan kondisi dan kebutuhan masing – masing desa, pemerintah juga mendorong agar dana tersebut juga dapat digunakan untuk membuat program padat karya secara swakelola.

Pemanfaatan DD secara swakelola oleh pemerintah desa melalui program padat karya itu diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk menekan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan. “ Namun demikian, penentuan program padat karya harus tetap sesuai dengan tata kelola dan mekanisme yang benar. Mulai tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengadaan barang dan jasa, pelaporan, pemantauan, hingga pengawasan,” Ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD), Kabupaten Berau, Ir H Ilyas Natsir MM, Sabtu (17/3).

Dikatakannya, bahwa DD ini dapat digunakan untuk empat peruntukan besar. Keeempat peruntukkan itu menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak tiap desa, pertama, pembangunan infrastruktur desa, kedua, pelayanan sosial dasar seperti akses air bersih, sanitasi, listrik, dan PAUD. Ketiga, pengembangan ekonomi seperti membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kemudian yang terakhir kegiatan pemberdayaan dan pelatihan.

Dijelaskan pula, dalam konteks pembangunan infrastruktur desa dan peningkatan pelayanan sosial dasar misalnya, tentu bisa dilakukan lewat proses padat karya. Yaitu melibatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam pembangunan menggunakan dana desa namun dihitung lewat pengupahan.

“ Dengan begitu, program padat karya dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Seperti membuka lapangan pekerjaan atau peningkatan pendapatan yang berimbas pada peningkatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan pertimbangan ini, pemerintah mendorong pemanfaatanan DD lewat program padat karya dapat massif dilakukan pada tahun 2018 ini,” harapnya.

Dorongan agar pemanfaatan DD lewat program padat karya ini, Bupati Muharram ingin agar program dana desa digunakan untuk proyek padat karya, yang diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja di desa-desa. Oleh karena itu, DPMPD memerintahkan jajarannya untuk terus memperkuat seluruh aspek yang mendukung jalannya program tersebut.

Dikatakan Ilyas, Bupati Muharram pun berharap pemanfaatan DD secara swakelola dapat membantu upaya pemerintah untuk menekan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu, Bupati Muharram juga meminta perbaikan kualitas dalam musyawarah perencanaan pembangunan di desa agar dana desa betul-betul tepat sasaran.

Terkait hal itu pihaknya betul-betul melakukan pendampingan dalam proses musyawarah hingga penyerapan DD. “ Kita dampingi dengan baik, terkait jenis proyeknya apa, lalu waktu pengerjaannya, dan kami kawal juga manajemen lapangannya, agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerapan dana desa ini” urainya.ADV/MAR

Comments are closed.