BeritaKaltim.Co

Rusmadi-Safaruddin Kompak Saling Memuji

BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Cagub Rusmadi dan Cawagub Safaruddin saling memuji. Kalau Rusmadi menyebut pasangannya itu bisa diandalkan untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan, sementara Safaruddin menggelari Cak Rus – panggilan Rusmadi – sebagai pakar perencanaan.

Pujian itu disampaikan di even yang berbeda. Rusmadi memuji pasangannya yang mantan Kapolda Kaltim diacara pertemuan dengan 20 pendeta di Balikpapan, sedangkan Safaruddin menyampaikan kehebatan pasangannya pada acara peresmian Posko relawan di Balikpapan.

Ketika berdialog dengan para pendeta yang mengakui sosok kedua pasangan ini memberikan rasa aman bagi kaum minoritas, Rusmadi menimpali keberuntungannya mendapatkan pasangan seorang Jenderal Polisi bintang dua.

“Saya juga beruntung, berpasangan dengan Safaruddin sebagai wakil Gubernur memiliki kapasitas untuk menjaga kedamaian. Dan, Kaltim mudahan dijauhkan dengan radikalisme dan masalah SARA,” kata Rusmadi dihadapan para pendeta.

Begitulah keduanya ditakdirkan. Saling mengisi. Bahkan sejak masa sosialisasi dan kampanye yang diatur oleh KPU, keduanya sudah kompak menjalankan satu visi “Kaltim Bermartabat” di zona yang telah disepakati.

Pengakuan, Safaruddin bahkan sampai dengan tugas-tugas sebagai gubernur dan wakil gubernur kelak sudah dibicarakan agar satu sama lain tidak merasa sebagai “ban serep”.

“Bapak Rusmadi adalah pakar perencanaan. Dia lama di Bappeda Kaltim. Jadi, Bapak Rusmadi nanti yang merencanakan pembangunan. Dan, saya yang turun ketika perencanaan Bapak Rusmadi yang macet,” jelas Safaruddin dihadapan para relawan dari dua partai pengusung PDI Perjuangan dan Hanura itu.

Jejak karir Rusmadi menambah keyakinan kemampuannya memimpin daerah ini. Cak Rus yang memulai karirnya dari kalangan akademisi, terbukti dipercaya oleh pemerintahan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak selama 10 tahun dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Namanya diperhitungkan di dunia birokrasi setelah putra kelahiran Samarinda 30 Oktober 1962 ini mendapat penghargaan dari Menteri PAN/RB (Pendayaan Aparatur Negara) dan Reformasi Birokrasi katagori Akuntabilitas Kinerja. Bahkan untuk penghargaan tahunan ini dia mempertahankannya 6 kali berturut-turut. Penghargaan lainnya, dia berhasil membuat kejutan ketika Bappeda kaltim menjadi terbaik se-Indonesia pada 2015 – 2016.

Dari banyak kecocokan Rusmadi-Safaruddin, keduanya adalah alumni Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas). Ini modal bagi setiap calon pemimpin daerah maupun nasional.

“Kalau pembangunan nanti ada yang macet di lapangan, saya yang akan turun. Saya yang eksekusi. Dan, saya ini yang jadi buldozer Bapak Rusmadi,” kata Safaruddin, Minggu (25/3/2018).

Masih menyangkut pembagian kerja antara Rusmadi dan Safaruddin, dalam masa sosialisasi saja keduanya sudah kompak displin. Sejak masa pendaftaran hingga sekarang, keduanya sudah memulai aktifitas usai sholat Subuh.

Untuk memenangkan Pemilihan Gubernur Kaltim, Safaruddin mengaku ditugaskan oleh Rusmadi meraup suara sebanyak-banyaknya di kota Balikpapan, daerah pesisir Kutai Kartanegara, Panajam dan Paser.

“Bapak Rusmadi menargetkan saya meraup suara 50 persen menang di Balikpapan. Dan (untuk itu), saya terbuka didatangi 24 jam bagi seluruh kader PDIP, Hanura dan relawan untuk kerja menang (Pilgub),” kata Safaruddin.

Dengan waktu mepet hanya tiga bulan lagi hari pemilihan Gubernur, 27 Juni 2018. Safaruddin mengingatkan kader partai pendukungnya dan relawan agar tidak lengah dan bersantai-santai.

Apalagi majunya Walikota Balikpapan Rizal Effendi ke kontestan Pemilihan Gubernur Kaltim berpasangan dengan Sofyan Hasdam. Hal ini menurut Safaruddin harus disikapi pendukungnya dari kader partai dan relawan untuk menambah kerja-kerja di lapangan di kota Balikpapan.

Ia dan pendukungnya akan turun ke lapangan sendiri sosialisasi visi misinya ke masyarakat.

“Saya bersama kader partai dan relawan yang langsung ketok pintu rumah warga untuk memperkenalkan pasangan calon nomor urut 4. Dan Bapak Rusmadi dan Safaruddin itu, pasangan yang tak akan mengecewakanlah ketika memimpin membangun Kaltim,” ujar Safaruddin.

Safaruddin lahir 10 Februari 1960 di Sengkang, Sulawesi Selatan. Lulus dari Akademi Kepolisian pada 1984 dan memiliki pengalaman dibidang intelejen. Dia mengawali karier sebagai Kapolsekta Gorontalo Barat, Sulawesi Utara. #4TimMedia

Comments are closed.