BeritaKaltim.Co

Anggap Ada Diskriminasi Algaka, Ini Protes ke Bawaslu

SAMARINDA, beritakaltim.co- Supriyatna tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) nomor urut 4 Rusmadi Safaruddin mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, Senin (26/3/18) pagi, sekitar pukul 10.00 WITA.

Kedatangan tim kuasa hukum Rusmadi Safaruddin bermaksud ingin melaporkan perlakuan diskriminasi Panitia Pengawas Pemilu (Paswaslu) Kota Samarinda yang melakukan penertiban alat peraga kampanye (Algaka) milik paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rusmadi Safaruddin.

“Kami kemari membawa laporan keberatan atas perlakuan diskriminasi Panswaslu Kota Samarinda terkait penertiban algaka,” sebut Supriyatna kepada wartawan.

Menurut Supriyatna, alasan penertiban dilakukan karena tidak sesuai desain yang ditentukan KPU Propinsi. Sementara kata Supriyatna semua paslon lain juga memasang algaka tidak sesuai desain, namun tidak ikut ditertibkan.

Kalau mau ditertibkan semuanya dong, mengapa hanya paslon nomor urut 4 saja yang ditertibkan, ini jelas diskriminasi,”sebutnya.

Galeh anggota Bawaslu Kaltim yang dikonfirmasi wartawan melalui via telpon seluler terkait keberatan dari Paslon Rusmadi Safaruddin mengaku belum melihat secara langsung laporan yang disampaikan tim Rusmadi.

“Saya lagi diluar mas, ada kegiatan, jadi belum tahu persis seperti apa laporannya,” ujar Galeh.

Menurut Galeh, dalam proses alat peraga yang diadakan Paslon harus melalui tahapan dengan membuat surat permohonan kepada KPU. Selanjutnya KPU akan membuat persetujuan secara tertulis, apa yang harus dicetak oleh setiap paslon.

Kemudian setelah melakukan pencetakan paslon harus melaporkan kepada KPU, berapa jumlah yang dicetak, ukurannya berapa. Ini adalah kepastian bahwasanya mereka mencetak sesuai yang dimohonkan,”terang Galeh.

Masalah algaka ini sudah pernah dibahas Bawaslu Kaltim minggu lalu bersama KPU, dihadiri Satpol PP dan perwakilan Paslon.

Terkait laporan masalah algaka yang banyak bertebaran dan tidak sesuai aturan kata Galeh tetap akan kita tindak lanjuti.

Ditanya soal laporan keberatan Paslon nomor urut 4 yang merasa diperlakukan diskriminasi oleh Panwaslu, kembali Galeh mengatakan belum bisa memastikan karena laporan yang disampaikan tersebut belum dia lihat,” ujarnya lebih lanjut.#ib

Comments are closed.