BeritaKaltim.Co

Potensi Pengembangan Kerajinan Tangan Sangat Besar

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau bekerja sama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mengelar pelatihan membatik, Senin (9/4) di Kampung Maluang. Kegiatan dibuka Wakil Ketua Dekranasda Berau, Fika Yuliana Tantomo mewakili Ketua Derkranasda Berau, Sri Juniarsih Muharram. Pelatihan membatik ini menghadirkan instruktur dari Balai Kerajinan Batik Jogjakarta.

Dalam sambutannya, Fika menyampaikan bahwa potensi pengembangan kerajinan tangan yang ada di Berau sangat besar. Didukung dengan berbagai kekayaan alam yang dimiliki, tentu memberikan peluang sangat besar bagi para pengerajin dalam mengembangkannya. Potensi ini lah yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menghasilkan suatu karya yang memiliki nilai.

Fika mengatakan bahwa potensi yang ada ini bisa dilihat dari keanekaragaman suku dan budaya di Bumi Batiwakkal. Dimana masing-masing suku yang ada memiliki adat dan istiadat yang berbeda. Ini lah yang menjadi sumber dalam menumbuh kembangkan berbagai kerajinan yang ada. Dengan memiliki kreatifitas diharapkan bisa menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan dapat diterima oleh masyarakat.

Tentu dengan hasil dan olahan yang dilakukan dalam menciptakan karya seni memberikan peluang besar bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya. Hal ini pun menjadi bagian dalam pembangunan daerah. “Melalui kerajinan ini bakal dikembangkan perekonomian rakyat,” katanya.

Diungkapkan bahwa di Berau telah tumbuh beberapa kelompok pengerajin batik. Namun hingga saat ini masih mengalami kendala khususnya dalam hal sumber daya manusia. Melalui kegiatan pelatihan membatik ini diharapkan menghasilkan pengerajin-pengerajin baru sebagai regenerasi. “Ini menjadi program utama Dekranasda selama beberapa tahun kedepan,” ujarnya.

Selain itu, persoalan yang dihadapi saat ini adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Mengingat saat ini banyak motif yang dihasilkan dari para pengerajin batik Berau, seperti kangkung, penyu, pari manta dan ubur-ubur. Tentu hal ini harus mendapat perlindungan sehingga hasil kreatifitas para pengerajin tetap terjaga. “Selain itu kita juga telah memberikan himbauan kepada instansi pemerintahan dan swasta serta sekolah untuk menggunakan batik Berau untuk membantu pengembangannya,” pungkasnya.adv/mar

Comments are closed.