SAMARINDA, beritakaltim.co- Pasangan Rusmadi-Safaruddin kian diunggulkan, setelah akhir pekan tadi diumumkan sebuah organisasi swadaya masyarakat Rekat (Relawan Kaltim Hebat) meraih 37,23 persen berdasar riset door to door interview (DTDI) di 7 kabupaten/kota se-Kaltim. Keunggulan itu, kata Siswadi, Ketua DPD PDI Perjuangan Samarinda, memang nyata, karena memilih Rusmadi bukan memilih pepesan kosong.
Anggota legislatif yang duduk di DPRD Samarinda itu mengatakan, Pemilihan Gubernur Kaltim pada 27 Juni 2018 nanti adalah momentum bagi rakyat menentukan pemimpin yang bisa bekerja memajukan Kaltim.
“Hanya Rusmadi-Safaruddin yang bisa atasi banjir di Samarinda dan Balikpapan,” ujar Wakil Ketua DPRD Samarinda itu.
Penilaian Siswadi, pasangan Rusmadi-Safaruddin merupakan pasangan lengkap yang saling mengisi. Rusmadi adalah mantan Sekda Provinsi, yang telah mengetahui seluk belum anggaran pemerintahan, mengatur keuangan daerah provinsi dan kegiatannya. Rusmadi juga pernah menjabat Kepala Bappeda Kaltim dan dosen pengajar.
Menurut Siswadi, permasalahan banjir dan pemukiman kumuh di kota Samarinda dipastikan menjadi prioritas dan perhatian Rusmadi ketika memimpin Kaltim. Ini dikarenakan, rumah tinggal dan kota kelahiran Rusmadi berada di Samarinda.
“Setiap hari Pak Rusmadi melintas di kota Samarinda, pasti beliau sayang dengan kota ini dan berniat sungguh-sungguh mengatasi kekumuhan kota Samarinda. Dan, beliau juga akan seimbangkan perhatiannya membangun Samarinda dengan daerah lainnya,” kata Siswadi.
Siswadi juga menjelaskan, selama ini, banjir di kota Samarinda tak tertangani dengan baik dikarenakan belum optimalnya kerja Pemerintah Kota. Bantuan keuangan Provinsi Rp 600 miliar menjadi Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) karena terkendala pembebasan lahan dan masalah sosial salah satunya relokasi pemukiman, belum selesai dikerjakan oleh pemerintah kota.
“Masalah sosial seperti di Sungai Karang Mumus itu masalah yang belum selesai yang akhirnya menjadi masalah akut. Karena, belum ada kesiapan pemerintah kota untuk memindahkan warga bantaran sungai,” ujar Siswadi.
Warga bantaran Sungai Karang Mumus, Siswadi menilai, sebenarnya mau pindah ke pemukiman baru di Handil Kopi asalkan rumah yang disediakan siap huni, tersedia listrik dan air serta jalan yang mulus.
Bagi Siswadi, banjir kota Samarinda, bisa cepat diatasi, ketika Rusmadi menjabat Gubernur Kaltim. Karena, wewenang penanganan banjir lebih besar di wilayah provinsi dengan mengajak kerjasama antar pemerintah kota Samarinda di bagian hilir, dengan pemerintah Kabupaten lainnya seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Barat dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan di bagian hulu.
Sebelumnya, Rusmadi saat sosialisasi di Jalan Gerilya mengatakan Wali Kota Samarinda paling nyaman mengeelola daerah, karena banyak mendapat bantuan keuangan paling besar dari pemerintah provinsi semasa ia menjabat Kepala Bappeda Kaltim dan Sekda Provinsi.
“Jalan-jalan semenisasi, drainase di Jalan Lambung Mangkurat itu dibantu oleh bantuan keuangan pemerintah provinsi. Dan, Tepian Mahakam itu tertata cantik itu juga karena pemerintah provinsi,” kata Rusmadi.
Rusmadi menceritakan semasa dirinya di pemerintah provinsi mengambil sikap ketika bandara di Samarinda tidak selesai dibangun sampai tahun 2010. Saat itu, pembangunan bandara diambil alih pemerintah provinsi dan tahun ini akhirnya bisa segera beroperasi.
“Malu kita warga ibukota Samarinda tapi nggak punya bandara. Payah, kita harus ke Balikpapan terus ketika mau ke Jakarta. Dan, pemerintah provinsi ambil sikap, mengambil alih pembangunan bandara. Pembangunan bandara Samarinda baru itu dikerjakan pemerintah provinsi,” ujar Rusmadi.
Rusmadi menyebut tahun 2015, terminal bandara Samarinda Baru sudah selesai dibangun yang seharusnya dibarengi selesainya pembangunan landasan pacu. “Namun, karena ada masalah, baru tahun ini bisa selesai semua pembangunan bandara dan segera bisa beroperasi,” katanya.
Rusmadi menyampaikan bantuan keuangan pemerintah provinsi yang besar untuk kota Samarinda itu sebagai hasil kerja yang telah ia laksanakan untuk kota Samarinda. Dan, dirinya maju sebagai calon Gubernur Kaltim bukan dalam rangka merebut kekuasaan. Namun ikhlas dalam membangun Kaltim agar lebih maju. #4TimMedia
Comments are closed.