BeritaKaltim.Co

Samarinda “Juara” Penyalahgunaan Narkoba

SAMARINDA, beritakaltim.co- Penyalagunaan Narkotika jenis Sabu-sabu di Kalimantan Timur masuk pada peringkat 3 Nasional.

Khusus Kota Samarinda angka penyalagunaan narkoba masuk pada level tertinggi atau rangking satu alias “juara” dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya.

Tentunya hal ini bukan sebuah prestasi yang patut untuk kita banggakan tapi hal ini menjadi keprihatinan bagi kita semua.

Penyalagunaan Norkoba tidak saja masuk dikalangan orang tua dan anak remaja, tapi sudah merambah kesemua lini.

Pengedar narkoba tidak lagi pilih-pilih calon korbannya, siapa saja bisa terkena pengaruhnya, mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), Karyawan Swasta, Aparat Penegak hukum (Polri/TNI) bahkan anak kecil sekalipun.

Jaringan bandar pengedar narkoba saat ini modusnya cukup lihai mengelabui petugas.

Berbagai macam cara dilakukan agar barang terlarang ini dapat lolos ketangan pembeli.

Mereka memakai sistem “Ranjau” antara pengedar dan kurir tidak saling mengenal demikian juga dengan sang pembeli, sehingga pengungkapan putus sampai disitu, ketika dilakukan penangkapan.

Bahkan ada juga yang nekat memasukan barang ini ke dalam susu Dancow, sebagaimana yang kami ungkap belum lama ini,” terang Kepala BNN Kota Samarinda, AKBP Hj Siti Zaekhomsyah, SH, pada kegiatan Diseminasi Informasi P4GN Melalui Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online Kota Samarinda yang diikuti 30 wartawan, Rabu (25/4/2018) pagi.

Menurut Siti, pemberantasan Narkoba tidak saja menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum dan pemerintah, namun hal ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama.

Karenanya dia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya Kota Samarinda agar bisa ikut berpartisipasi membantu pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Berbagai upaya sudah dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda tentang bahaya narkoba. Mulai memberikan penyuluhan kepada masyarakat, memasang spanduk dan baliho diberbagai titik rawan peredaran narkoba di Samarinda. Tapi upaya ini sepertinya mendapat perlawanan dari bandar narkoba.

“Buktinya spanduk dan baliho yang kita pasang sering dirusak orang tak bertanggung jawab,” ungkap Siti.

Lanjut ditambahkan Siti, bahwa daerah yang terindikasi jadi tempat jual beli narkoba sudah diobok-obok aparat kepolisian, misalnya pasar Segiri. Tapi inipun tidak menjadikan para bandar dan pengedar berhenti. Malahan justru sekarang ini menyebar kedaerah pinggiran kota Samarinda,” sebut Siti lebih jauh.#ib

Comments are closed.