BeritaKaltim.Co

Jadi Capres Perlu Rp3-7 Triliun, Gatot Nurmantyo Tipis

JAKARTA, beritakaltim.co- Mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dinilai sebagai figur ideal untuk menjadi calon presiden. Bahkan, nama Gatot masuk sebagai salah satu figur yang sedang dikaji PAN untuk maju pada Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno menilai Gatot sebagai sosok yang patut diperhitungkan karena memiliki rekam jejak yang baik dan lengkap untuk didukung menjadi pemimpin.
Dari aspek kepemimpinan, kata dia, Gatot sudah teruji. Bahkan, ketegasannya sudah terlihat. “Keberpihakan kepada umat juga sudah terbukti,” ujarnya.

Namun di mata pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun, peluang mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tipis untuk menjadi calon presiden. Gatot masih bisa dipertimbangkan jika memiliki kekuatan finansial yang besar.

“Sebab untuk pilpres membutuhkan dana yang besar sekitar Rp 3-7 triliun. Itu tidak semua elite politik punya,” kata Ubedilah.

Menurut dia, secara elektabilitas dan sosiologis Gatot memang mempunyai peluang untuk menjadi capres. Namun, kata dia, sayangnya Gatot Nurmantyo tidak mempunyai kendaraan partai untuk mengantarnya menjadi capres pada Pemilu 2019.

“Itu menjadi PR (pekerjaan rumah) terbesarnya. Jika tidak bisa menarik parpol Gatot hanya akan menjadi wacana saja,” ujarnya. “Nanti akan ada permainan di ujung.”

Ubedilah melihat masing-masing partai memupunyai jagoannya sendiri-sendiri untuk diusung, yang membuat Gatot Nurmantyo sulit masuk. Partai Demokrat, kata dia , punya sosok Agus Harimurti Yudhoyono, PKB ada ketua umumnya Muhaimin Iskandar, begitu juga PAN memiliki Zulkifli Hasan.

Nah, situasi tersebut yang menyulitkan Gatot untuk mendapatkan tiket capres. Menurut dia, jika Gatot Nurmantyo ingin mendapatkan tiket capres pasti ada syaratnya. Salah satu syaratnya adalah dia mesti mempunyai kekuatan finansial yang besar.

Sebelumnya Kivlan Zen pernah mengungkapkan bahwa Gatot Nurmantyo punya logistik yang besar untuk maju menjadi calon presiden.

Menanggapi itu Gatot Nurmantyo mengatakan itu adalah doa. “Alhamdulillah. Itu saya punya keyakinan kalau seperti itu adalah doa. Insya Allah nanti saya punya uang seperti itu,” kata Gatot menanggapi pernyataan Kivlan Zen.
Menanggapi kabar yang menyatakan partai tertentu sudah menutup pintu untuk mendukungnya maju dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019, Gatot tak sependapat.

“Dikatakan, ‘Pak, sudah tutup di sini, sudah tutup di sini.’ Kan begitu. Wong semua ketua partai juga calon wapres, enggak ada calon presiden. Ingat, Allah SWT membolak-balik hati itu semau-maunya. Kapan mau, pasti terjadi,” kata Gatot setelah menjadi pembicara dalam acara Urun Rembuk Kebangsaan yang digagas Nusantara Foundation di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Gatot Nurmantyo mengatakan selalu optimistis terkait dengan pilpres 2019. Optimisme itu, ucap dia, bukan berarti dia sombong, melainkan karena yang menentukan presiden dan wakil presiden 2019 adalah Allah SWT.
“Belum tentu juga saya. Makanya, kalau terpilih, siapa pun presidennya, mari sama-sama dukung, agar bangsa maju dan bangsa ini optimistis,” ujar Gatot Nurmantyo.

Ditanya kesiapannya menjadi calon presiden, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960, itu menyatakan, dalam acara Urun Rembuk Kebangsaan tersebut, dia berbicara mengenai optimisme. Dia sebagai warga negara juga memiliki hak yang sama.
Apabila Republik Indonesia menghendaki dan rakyat memanggil, dia akan selalu optimistis.

“Saya katakan, pengabdian saya, menjadi presiden, wakil presiden, terus sampai warga negara, tetap akan mengabdi,” kata pria yang ikut dalam Operasi Seroja di Timor Timur itu.#le

Comments are closed.