BeritaKaltim.Co

Jika Pengadilan Paksa Bayar Utang Rp22 M, Awang Ferdian Bisa Bangkrut

SAMARINDA, beritakaltim.co- Jika klaim pengacara Hermanto Barus SH benar dan terbukti di Pengadilan Negeri Samarinda, bahwa Awang Ferdian Hidayat harus membayar utang Rp22 miliar, maka dapat dipastikan putra Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tersebut akan bangkrut.

Kesimpulan itu muncul setelah dilakukan penulusuran terhadap laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) Awang Ferdian Hidayat yang wajib disampaikan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Di situ tertulis, Awang Ferdian yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur Kaltim berpasangan dengan Syaharie Jaang mempunyai harta kekayaan dengan nominal Rp 21.080.235.957. Jumlah itu tak menutupi seluruh utangnya yang diklaim sebesar Rp22 miliar.

Dengan nilai harta dalam LHKPN tersebut, Cawagub nomor 2 itu menempati posisi tertinggi dalam hal harta kekayaan dibanding kandidat lainnya. Dilaporan itu tercatat setelah Awang Ferdian Hidayat, paling tajir kedua adalah Isran Noor dengan jumlah harta kekayaan Rp 17.287.816.367. Kemudian berturut-turut; Cagub Nomor 1 Andi Sofyan Hasdam (Rp 9.221.220.728), Cawagub Rizal Effendi (Rp5.643.258.173).

Kemudian Cawagub nomor 4 Safaruddin (Rp 3.924.960.080), Cagub Syaharie Jaang (3.677.279.613), Cagub nomor 4 Rusmadi (Rp 1.880.270.638) dan Cawagub Hadi Mulyadi (Rp 1.621.567.565).

Belum ada jawaban dari Awang Ferdian Hidayat mengenai klaim pengacara bahwa dia punya utang sebesar Rp22 miliar.

Diberitakan sebelumnya, pengacara Hermanto Barus SH asal Jakarta secara khusus ke Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (3/5/18) siang lalu. Dia datang jauh – jauh untuk mengajukan gugatan perdata terhadap Awang Ferdian Hidayat yang diklaimnya memiliki utang sebesar Rp22 miliar lebih kepada kliennya Lanny V Tarulli selaku Direktur PT Kharya Capital Securities, beralamat di Jalan Menara Rajawali, Jakarta.

Dalam surat gugatan nomor 62/Pdt 6/2018/PNS Smr tanggal 3 Mei 2018, Awang Ferdian dinyatakan ingkar janji atau wanprestasi atas kewajibannya melaksanakan pembayaran utang terkait dengan perjanjian pembukaan rekening efek.

Menurut Hermanto Barus selaku kuasa hukum penggugat bahwa sebelum dilayangkannya surat gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Samarinda, pihaknya sempat menempuh jalan kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah ini.

“Awang Ferdian Hidayat selaku tergugat sudah mengakui punya utang dan berjanji akan membayar dengan cara mencicil,” sebut Hermanto kepada wartawan.

Lantaran tak kunjung ada penyelesaian, penggugat melalui kuasa hukumnya kemudian melayangkan surat somasi dengan nomor surat 017/srt-HB&R/III/2018 tanggal 12 Maret 2018, prihal peringatan pertama.

“Surat somasi pertama sudah kami sampaikan kepada tergugat Awang Ferdian, tapi yang bersangkutan tak juga punya itikad baik menyelesaikan utangnya,” beber Hermanto.

Karena tak juga ada tanggapan, pihaknya kembali melayangkan surat somasi kedua dengan nomor 019/Srt-HB&R/III 2018 tanggal 28 Maret 2018, prihal peringatan kedua dan terakhir.

Hingga batas waktu yang telah ditentukan, Awang Ferdian yang saat ini menjadi calon wakil gubernur Kaltim berpasangan dengan Syaharie Jaang belum menyelesaikan utangnya. #ib

Comments are closed.