BeritaKaltim.Co

Bupati dan Wabup Sidak ke Bulog

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Seperti janji Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo kemarin, pemantaun ketersediaan kebutuhan pokok tidak hanya berhenti di beberapa gudang distributor yang ada di Kota Tanjung Redeb menjelang bulan suci Ramdhan ini. Namun, inspeksi mendadak (Sidak) atau pemantauan kebutuhan pokok ini akan dilanjutkan di sejumlah pedagang.
Usai memantau harga kebutuhan pokok di pasar induk Adji Dilayas, Wabup sekaligus mendampigi Bupati Berau, H Muharram S Pd, MM Rabu (16/5), juga melakukan Sidak ketersediaan gula dan beras di Bulog.
Dalam Pemantauan beras dan gula di Bulog tersebut, Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono, perwakilan Kodim 0902 TRD dan Kadiskoperindag Berau, Hj Wiyati SE juga kembali turut turun ke lapangan.
Usai melihat stok gula dan beras yang ada di Bulog, Bupati Muharram mengatakan harga – harga tersebut sudah terstandarisasi. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal harga.
Selain itu Bupati Muharram juga mengatakan, bahwa ketersediaan beras, gula maupun minyak goreng hingga enam sampai tujuh bulan kedepan aman.” Jadi masyarakat Berau tidak perlu khawatir soal ketersediaan kebutuhan pokok tersebut, “ unkapnya.
Sementara itu, Tono salah seorang perwakilan bulog mengatakan, bahwa beras yang disediakan Bulog sebanyak 750 ton. Sedangkan gula pasir Bulog menyediakan 990 ton. “ Jadi kebuthan pokok yanga ada di bulog aman hingga beberapa bulan kedepan. In sha allah lebih dari cukup hingga pasca lebaran Idul Fitri,” ujarnya.
Dikatakan Tono, Bulog sendiri sebagai bagian tim Satgas Pangan juga siap melakukan operasi pasar dengan pihak – pihak terkait, untuk melakukan pemantaun di lapangan. Jelasnya.
Sehubungan dengan itu, Kadisperindagkop, Hj Wiyati SE juga mengungkapkan, bahwa pihaknya selaku bagian tim Satgas Pangan juga melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok ke daerah pedalaman hingga ke daerah pesisir, dengan perhitungan harga dan jarak tempuh. “ Jadi apakah dibutuhkan bantuan transportasi khusus, untuk menjembatani pendistribusian kebutuhan pokok tersebut, agar tidak terjadi kelonjakan harga yang cukup signifikan. Atau ada alternative lain,” ujarnya.
Kata Wiyati, Diskoperindag sendiri berencana akan menggelar pasar khusus di daerah perbatasan, menggunakan Dana Alokasi Kampung (DAK) 2019 mendatang, dimana sarana dan prasarananya nanti akan disediakan pihak kecamatan setempat.
“ Saya optimis, pasar khusus ini nanti sangat membantu masyarakat, khususnya daerah – daerah yang terpencil, yang mungkin selama ini harga kebutuhan pokok disana lebih mahal dibandingkan dengan perkotaan. Sehingga beban masyarakat yang ada disana dapat berkurang,” urainya.adv/mar

Comments are closed.