BeritaKaltim.Co

Anaknya Terjerat Utang Rp22M, Awang Faroek: Bukan Urusan Saya

SAMARINDA, beritakaltim.co- Awang Faroek Ishak pernah didatangi pihak PT Kharya Capital Security (KCS), untuk memberi tahu kalau anaknya punya utang sebesar Rp22 Miliar. Namun, Gubernur Kaltim itu mengatakan hal tersebut bukan urusannya.

Hal itu diutarakan Hermanto Barus SH, kuasa hukum PT KCS yang menggugat ke Pengadilan Negeri Samarinda dengan nomor perkara 62/Pdt G/2018/PNS Smr.

“Klien kami pernah mememui Awang Faroek Ishak, tapi beliau mengatakan bukan urusannya. Tagih saja sama dia. Awang Ferdian kan sudah besar,” beber Hermanto mengenang ucapan sang ayah.

Hermanto menambahkan sebenarnya pihaknya juga berniat akan membawa masalah ini ke ranah pidana penipuan. Namun hal itu diurungkan lantaran ada surat aturan Kapolri untuk seorang calon gubernur dan wakil gubernur tidak dapat diproses laporannya selama menjadi calon.

“Ya, akhirnya kita gugat perdata, setelah upaya penagihan dengan pendekatan kekeluargaan tidak membuahkan hasil,” ucap Hermanto usai mendatangi pengadilan untuk persidangan mediasi yang dilakukan hakim Pengadilan Negeri Samarinda.

Surat gugatan perdata tertanggal 3 Mei 2018 yang dia layangkan ke Pengadilan Negeri Samarinda berawal dari Awang Ferdian Hidayat selaku tergugat ingkar janji (wanprestasi) atas utang pembelian saham sebesar Rp9.583.000.000,00 di PT Kharya Capital Securities.

Terjadinya utang tersebut sejak tahun 2007 dan membengkak hingga sekarang menjadi Rp22 miliar lebih berdasarkan bunga 20% yang ditentukan oleh tergugat Awang Ferdian sendiri.

Sebelum masuknya gugatan perdata ke PN Samarinda, pihak klien Hermanto sudah pernah melayangkan surat penagihan utang tanggal 10 Juli 2007.

“Waktu itu Awang Ferdian mengatakan dengan bukti tanda terima surat yang ditulis tangan menyatakan surat yang kami sampaikan sudah diterima dengan baik dan berjanji akan segera menyelesaikannya,” sebut Hermanto.

Selain itu Awang Ferdian juga membalas secara resmi melalui surat tertanggal 29 September 2007 yang intinya meminta agar diberikan kelonggaran untuk mencicil utangnya.

Pihak Hermanto mengaku sudah berupaya menagih dengan baik hingga melayangkan surat somasi beberapa kali, tapi tak juga ada niatan untuk membayar.

Sementara, kelanjutan gugatan perdata sudah direspon hakim PN Samarinda. Pengadilan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin, Kecamatan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, yang diwakili hakim Edi Toto Purba melakukan upaya mediasi antara Awang Ferdian Hidayat selaku tergugat melawan PT Kharya Capital Securities selaku penggugat, Selasa (22/5/18) siang.

Mediasi ini dilakukan agar kedua belah pihak, Awang Ferdian Hidayat yang saat ini menjadi calon wakil gubernur Kaltim nomor urut 2 dan PT KCS diharapkan bisa menempuh upaya damai.

“Kita lakukan mediasi dulu, kalau dalam mediasi nanti tidak ada upaya damai baru akan dilanjutkan ke sidang pokok materi,” terang Feri Hariyanta, Ketua Majelis Hakim yang nantinya akan menyidangkan perkara ini ketika dikonfirmasi wartawan.

Menurut Feri Hariyanta saat ini hasil keputusan dari mediasi tersebut belum ada titik terang karena pihak Awang Ferdian yang diwakili dua orang pengacara asal Jakarta meminta penundaan waktu hingga tanggal 6 Juni 2018.

“Ya ditunggu saja hasilnya, kalau memang ngak bisa berdamai, perkaranya terpaksa kita lanjutkan ke persidangan,” sebut Feri kembali.

Kepada awak media Hermanto membenarkan ada upaya mediasi, yakni pihak dirinya sebagai penggugat dengan tergugat Awang Ferdian Hidayat yang diwakili Edy Nas Sikumbang.SH. Namun upaya mediasi yang ditawarkan hakim direspon pengacara tergugat dengan meminta waktu hingga tanggal 6 Juni 2018. #ib

Comments are closed.