BeritaKaltim.Co

Petani Miliki STD-B Banyak Untungnya

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya Tanaman Perkebunan (STD-B) member banyak keuntungan sekaligus memberikan kemudahan bagi para petani. Oleh sebab itu, Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau berharap agar seluruh masyarakat yang berusaha dalam bidang perkebunan memiliki STD-B.
Saat ini Disbun sedang melakukan identifikasi lapangan langsung ke para petani sawit. Identifikasi yang dilakukan ini untuk mendata sekaligus sosialisasi terkait STD-B ini. “ Saat ini upaya megurus STD-B sedang berlangsung, dan kami berharap bisa secepatnya selesai. Sebab dengan adanya STD-B tersebut para petani banyakk diuntungkan dan kemudahan ,” Ungkap Kadisbun Berau, Ir Sumaryono, Kamis (31/5).
Menurut Sumaryono, STD-B tersebut merupakan syarat wajib yang harus dimiliki para petani. Dimana bakal banyak kemudahan nantinya yang akan didapatkan para petani, seperti akses permodalan atau kerja sama dengan pihak lain. Selain itu bantuan berupa hibah dari pemerintah pun bisa didapatkan jika telah memiliki STD-B ini. “ Karena dokumen ini menjadi acuan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada para petani. Dengan adanya STD-B ini kita tahu kondisi setiap petani, luasan kebun serta produksi yang dihasilkan. Sehingga nantinya dapat diketahui, mana yang layak dibantu untuk mengembangkan usaha masing – masing,” Jelasnya.
Dikatakan Sumaryono, menurut data Disbun yang ada saat ini luasan kebun mandiri yang diusahakan masyarakat mencapai 17 ribu hektar dengan hasil produksi 8 ton setiap hektar. Sementara untuk plasma 16 ribu hektar dan perusahaan seluasa 92 ribu hektar. Jadi total luas areal perkebunan kelapa sawit yang ada di Berau mencapai 126 ribu hektar. “ Saat ini kita fokus dulu pada perkebunan mandiri untuk membantu meningkatkan perkebunan masyarakat ini secara bertahap,” Terangnya.
Selain STD-B ini, dalam mendorong peningkatan usaha perkebunan masyarakat ini, Disbun juga sedang berupaya untuk melakukan sosialisasi terkait kualitas buah kelapa sawit yang dihasilkan oleh petani mandiri.
Menurutnya, untuk kualitas dikatakan juga perlu, karena petani harus tahu apakah buah yang dihasilkan sudah memiliki kualitas baik, atau kurang baik. Karena masing – masing buah yang dihasilkan ini memiliki grade. Sehingga petani bisa menghasilkan grade terbaik, maka akan meningkatkan penghasilan para petani. Urainya. Adv/mar

Comments are closed.