BeritaKaltim.Co

Rumah Holtikultura Hindari Permainan Harga

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO-Pemerintah saat ini sedang fokus dalam membantu para petani khususnya yang bergerak dalam pertanian holtikultura. Tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pangan bakal membangun rumah tampung tanaman holtikultura di Kampung Trans Bangun. Rencana ini pun mendapat apresiasi dari anggota DPRD Berau Kamaruddin, mengingat program ini merupakan salah satu dalam pengembangan program desa pangan mandiri.
Pembangunan ini pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 198 juta melalui APBD. Rumah penampungan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu para petani dalam memasarkan hasil pertaniannya. “ Ya harus kita akui, bahwa selama ini para petani sering mengalami persoalan dalam pemasaran hasil pertanian. Padahal tingkat produksi pertanian cukup tinggi. Jadi dengan adanya program ini nanti petani tidak perlu lagi kemana-mana menjual hasilnya, tinggal di rumah penampungan ini saja. karena pemasarannya dijembatani ,” ungkap anggota DPRD Berau, Kamaruddin, Sabtu (2/6).
Kelebihan program ini, dikatakan Kamaruddin, harga penjualannya disesuaikan dengan harga pasaran. Sehingga, tidak ada permainan harga, seperti yang sering dialami para petani selama ini.
“ Jadi, ini merupakan kemudahan yang didapat para petani dalam mengembangkan pertaniannya. Karena harganya bisa mempengaruhi inflasi juga. Jadi kalau sudah diatur maka terjadi stabilitas di pasar. Dengan demikian akan menguntungkan para petani,” ujarnya.
Sementara hasil para petani yang ditampung di rumah tamping ini akan dipasarkan ke berbagai daerah. Imbuhnya. Menurut informasi dari pihak Dinas Pangan, saat ini sudah ada rumah penampungan sementara yang dikelola oleh kelompok tani Harapan Makmur. Hasil pertanian holtikultura dari kelompok tani di beberapa kecamatan pun sudah masuk ke rumah penampungan sementara ini, seperti Talisayan, Biduk-Biduk bahkan Maratua.
“ Alhamdulillah, kalau melihat geliat para petani di Kabupaten Berau sangat tinggi. Karena sebagian besar sudah menyuplai ke rumah penampungan tersebut, yang siap dipasarkan ke perusahaan – perusahaan, bahkan sampai ke Kaltara menurut pihak Dinas Pangan,” ungkapsnya.
Selain Dewan memberikan apresiasi terhadap program pembangunan rumah penampungan holtikultura, sambung Kamaruddin, Dewan juga memberikan apresiasi kepada Dinas pangan yang telah menjalankan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Yang mana program KPRL ini sudah berjalan di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Segah dan Gunung Tabur. Sehingga hasil kebun produksi bisa dapat diproduksi langsung, untuk ketahanan pangan masyarakat setempat.
Kata Kamaruddin, Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencapai ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Karena konsep yang diterapkan dalam program ini, pemanfaatan lahan pekarangan keluarga, baik di pedesaan maupun perkotaan untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian keluarga.
“ Oleh sebab itu, selain Dewan memberikan apresiasi atas program – program Dinas Pangan tersebut, Dewan juga mendorong agar rencana pembangunan rumah penampungan di Trans Bangun itu sedera dapat direalisasikan , termasuk di desa – desa yang ada di Kabupaten Berau, “ harapnya. adv/mar

Comments are closed.