BeritaKaltim.Co

KPU Kaltim Gelar Rakor Antisipasi Sengketa Pilgub

SAMARINDA, beritakaltim.co- Menjelang pelaksanaan Pilgub Kaltim tanggal 27 Juni 2018, KPU Kaltim dan KPU Kabupaten/Kota menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka persiapan menghadapi sengketa Pilgub setelah rekapitulasi perhitungan suara secara resmi diumumkan tanggal 7 hingga 9 Juli 2018 mendatang.

Rakor ini diselenggarakan KPU Kaltim selama 2 hari untuk membekali bagian Devisi hukum dan para staf KPU tentang persiapan penyelesaian sengketa Pilgub Kaltim, dengan menghadirkan Bawaslu sebagai narasumber yang membawakan materi pengawasan dalam tahapan Pilkada Gubernur Kaltim sesuai Undang-undang nomor 10 tahun 2016 dan PKPU nomor 2 tahun 2018 tentang tahapan jadwal dan program Pilkada 2018.

KPU Kaltim juga mendatangkan dua pakar Pilgub, yakni Dr. Muhammad Muhdar dan Dr. Mahendra Putra seorang Dekan Fakultas hukum Universitas Mulawarman Samarinda.

Kedua pakar Pilgub yang membidangi masalah sengketa Pilkada ini membawakan materi bagaimana mengenali problem sengketa Pilgub sejak dini.

Selain para pakar Pilgub, Mantan Komisioner KPU Kaltim yang sekarang berprofesi sebagai lowyer juga dihadirkan dalam rakor itu.

Dia adalah Jopri SH yang pernah memiliki pengalaman menangani masalah sengketa Pilgub di MK.

Hal ini disampaikan Devisi hukum KPU Kaltim Viko Januardhy kepada wartawan diacara konfrensi pers di hotel Harris, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kamis (7/6/18) sore.

Menurut Komisioner KPU Kaltim ini, sesuai dengan tupoksi devisi hukum, rakor dilaksanakan untuk melakukan antisipasi bilamana terjadi sengketa Pilgub usai dilaksanakannya rekapitulasi perhitungan suara.

“Artinya kami sudah siap menghadapi sesuai aturan ketika sengketa Pilgub itu ada,” sebut Viko kepada wartawan.

Hadir diacara konfrensi pers yang dirangkai buka puasa bersama dengan kalangan Jurnalis, Sekretaris KPU Kaltim Syarifuddin Rusli dan Ida Farida Komisioner KPU.

Pada kesempatan itu Syarifuddin dan Ida mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh wartawan, baik itu media cetak, Online, TV dan Radio atas peran sertanya membantu KPU Kaltim melakukan peliputan pemberitaan terkait pelaksanaan Pilgub Kaltim.

Ida berharap kalangan wartawan bisa turut mengawasi tahapan hingga pelaksanaan pencoblosan dan rekapitulasi suara.

Dia pun berpesan agar kalangan Jurnalis di Samarinda tidak golput pada pencoblosan tanggal 27 Juni yang tinggal menghitung hari,” tandas Ida Farida lebih jauh. Adv KPU

Comments are closed.