Di Tengah Kontroversi Kunjungan ke Israel, Yahya Bertemu PM Netanyahu

oleh -1.777 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- Di tengah kontoversi kunjungan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf ke Israel, ternyata sejumlah kegiatan ulama ini masih berlanjut. Bahkan dia bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pertemuan itu berlangsung pada Kamis (14/6/2018). Netanyahu lalu mengunggah foto-fotonya di Twitter.

Dari foto, Yahya Staquf terlihat tersenyum saat bersalaman dengan Netanyahu. Mereka lalu berpose bersama dengan latar bendera Israel. Setelah bersalaman, Yahya Staquf dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Netanyahu. Mereka lalu berbincang.

“Pertemuan spesial hari ini di Yerusalem dengan Yahya Cholil Staquf, sekretaris jenderal organisasi Muslim global Nahdlatul Ulama,” tulis Netanyahu di Twitter.

“Saya sangat senang melihat negara-negara Arab dan banyak negara Muslim semakin dekat dengan Israel,” sambungnya.

Ini tulisan Netanyahu dalam akun twitternya, @netanyahu;
A special meeting today in Jerusalem with Yahya Cholil Staquf, the General Secretary of the global Islamic organization Nahdlatul Ulama. I’m very happy to see that Arab countries and many Muslim countries are getting closer to Israel!

Sebelum bertemu Netanyahu, Yahya Cholil Staquf lebih dahulu menjadi pembicara di forum American Jewish Committee (AJC) Global Forum yang dihadiri 2.400 orang. Dia kemudian kuliah umum di The Truman Institute di Israel pada Rabu (13/6/2018) kemarin.

Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel sudah jadi kontroversi sejak rencana hingga berbicara di Israel pada Minggu (10/6). Kritik dan kecaman bukan hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari dunia internasional. Palestina, lewat kementerian luar negeri, mengutuk kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel itu.

Partai Gerindra termasuk yang mengecam langkah Yahya Staquf. Aktivis partai yang didirikan Prabowo Subianto itu menuding Yahya dimanfaatkan oleh Israel.

“Dengan pernyataan Netanyahu itu, membuktikan bukan Pak Yahya Staquf bermanfaat, tapi malah dimanfaatkan Israel untuk kampanye politik Israel mendekati dunia Islam. Ini terbalik,” kata anggota Badan Komunikasi Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (15/6/2018).

Yahya Cholil Staquf sebelumnya sudah menegaskan dia berada di Israel demi Palestina. Namun, Andre meyakini sikap Israel tak akan berubah hanya karena kedatangan anggota Wantimpres itu.

“Israel itu negara zionis, penjajah, penjahat HAM yang tidak takut dengan siapapun meski diresolusi PBB berkali-kali tapi nggak peduli. Siapa Yahya Staquf bisa membicarakan kemerdekaan Palestina?” ungkapnya.

Menurut Andre, Indonesia malah dirugikan dengan kunjungan Yahya Staquf ke Israel. Apalagi, Yahya Staquf adalah anggota Wantimpres.
“Kita rugi, kena protes dari Palestina,” ucap Andre.

Sikap Palestina atas kunjungan Yahya juga tidak senang. Melalui Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk kunjungan Sekjen PBNU Yahya Staquf Cholil ke Israel. Mereka merasa terpukul.

“Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk partisipasi delegasi ulama Indonesia dari organisasi Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh Mr Yahya Staquf, Sekjen PBNU di AJC Global Forum di Yerusalem pada 10-13 Juni 2018,” bunyi keterangan resmi Kemlu Palestina, seperti dikutip pada Rabu (13/6/2018).

“Partisipasi dalam acara seperti itu merupakan pukulan bagi Palestina dan Yerusalem, serta RI sebagai negara Islam terbesar di dunia yang menyelenggarakan KTT OKI Luar Biasa ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif pada 2016 dan Konferensi Internasional tentang masalah Yerusalem pada 2015 dan yang selalu membela Yerusalem dan isu-isu Palestina,” imbuh Kemlu Palestina.

Menurut Kemlu Palestina, kehadiran Yahya di acara Israel bertentangan dengan posisi pemerintah Indonesia terhadap konflik Israel-Palestina. Palestina menduga kedatangan Yahya ke Israel merupakan bagian kampanye Israel yang sesat.

“Pihak Palestina menganggap peristiwa ini sebagai bagian dari kampanye Israel menyesatkan yang ditujukan untuk tampil dengan wajah yang beradab dan budaya yang menyerukan perdamaian, konvergensi dan dialog antaragama pada saat Israel telah bertahan selama beberapa dekade dengan pelanggaran dan kejahatan terjadap rakyat Palestina Muslim dan Kristen dan kesuciannya di Yerusalem,” sebut Kemlu Palestina. #ee