BeritaKaltim.Co

Habib Riziek di-SP3, Wakapolri: Tidak Ada yang Intervensi

JAKARTA, beritakaltim.co- Polda Metro Jaya menerbitkan SP3 (surat penghentian penyidikan perkara) kasus chat Habib Rizieq Syihab dengan Firza Husein. Menurut Wakapolri Komjen Syafruddin, tidak ada intervensi dari siapapun di balik SP3 itu.

“Sudah diekspos oleh humas. Saya rasa perlu ditekankan semua proses hukum adalah sistem peradilan, sistem di Indonesia adalah ada di penyidik. Bukan domainnya Kapolri, Wakapolri. Apapun yang dilakukan penyidik adalah kewenangan mereka, tidak ada intervensi sedikit pun dari kita,” kata Syafruddin di PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/6/2018).

Syafruddin mengklaim belum mendapatkan informasi secara rinci dari penyidik, termasuk soal pertimbangan penerbitan SP3 kasus chat Habib Rizieq. Namun, dia meyakini penyidik Polda Metro Jaya memiliki alasan hukum yang kuat.

“Pertimbangannya? Ya nanti penyidik. Saya juga belum berkoordinasi dengan penyidik. Nanti. Saya yakin, kita yakin itu adalah punya alasan dan pandangan, alasan kuat sesuai hukum, percayakan pada penyidik. Semua aparat hukum, Polri, penyidikan Kejaksaan, KPK apalagi, semua independen,” ujar Syafruddin.

“Jadi, mudah-mudahan tidak ada pretensi apa-apa. Kepercayaan kita pada penyidik dalam kondisi kekinian sudah sangat profesional dan proporsional,” imbuh dia.

Info soal terbitnya SP3 kasus dugaan penyebaran konten porno ini sebelumnya disampaikan langsung Rizieq Syihab lewat sebuah video yang diunggah ke YouTube. Di situ Rizieq menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polri.

Di media sosial banyak yang kecewa dengan keputusan Polri. Bahkan mengaitkan hal itu dengan kelemahan pemerintahan Joko Widodo dalam penanganan hukum.

Kasus berbau porno itu pertama kali diungkap tim patroli siber Polda Metro Jaya. Petugas menemukan konten berisi capture percakapan dan gambar berbau pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza Husein.

Hasil patroli siber yang dilakukan tim penyidik Polda Metro Jaya itu dilaporkan ke pemimpin dan diinstruksikan agar dilakukan penyelidikan pada kasus penyebaran konten berbau pornografi tersebut.

Penyidik Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah barang bukti yang identik dengan gambar mesum dalam percakapan antara Firza Husein dan Rizieq Shihab. Barang bukti itu di antaranya diamankan saat polisi menggeledah rumah Firza.

Firza Husein adalah Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Perempuan berstatus janda ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka percakapan yang berkonten pornografi.

Saat di kantor polisi, Firza tidak pernah mengakui percakapan dan foto dalam chat yang beredar di masyarakat adalah dirinya. Namun, tak ada keraguan dari polisi bahwa Firza bersalah. Polisi mengaku punya bukti kuat sebelum menetapkan Firza sebagai tersangka.

Bukti-bukti itu selain isi percakapan dalam bentuk gambar dan capture tulisan, juga hasil galian penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dari wanita yang dikenal dengan panggilan Kak Ema, teman dekat Firza yang dalam alat bukti disebut menjadi tempat curhat soal hubungannya dengan Rizieq Shihab.

Menurut polisi, Kak Ema mengakui rekaman percakapan yang viral di media sosial adalah dirinya dengan Firza. Percakapan itu berupa curhatan Firza Soal hubungannya dengan Rizieq Shihab.

Polisi mengatakan ada komunikasi dua arah antara ponsel milik Rizieq dan Firza. Untuk melengkapi data, penyidik Polda Metro Jaya meminta keterangan ahli face recognition (pengenalan wajah) dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri Heri Cahyono. Keterangan ahli menyebutkan foto-foto vulgar yang tersebar dalam situs baladacintarizieq, di mana wanita di dalam situs tersebut adalah Firza Husein adalah asli. #le/detikcom

Comments are closed.