BeritaKaltim.Co

Masa Tenang, Jamper Tetap Demo Kasus yang Diduga Terkait para Cagub

SAMARINDA, beritakaltim.co- Minggu tenang, 2 hari menjelang pemilihan gubernur 27 Juni 2018. Sekelompok pemuda menyebut diri dalam organisasi Jaringan Pemuda Pembaharu (Jamper) melakukan demonstrasi ke kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Senin (25/62018). Ini bukan aksi pertamakali, namun telah menjadi rutinitas para aktivis tersebut karena menurut mereka banyaknya kasus yang terjadi, tapi tidak ditangani oleh pihak berwenang.

Aksi-aksi sebelumnya, Jamper selalu meminta agar calon-calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlaga di Pilgub Kaltim diperiksa kasus korupsinya. Diantara calon tersebut, menurut mereka, ada yang terkena kasus hukum namun kasusnya masih menggantung. Para pendemo kuatir, setelah terpilih jadi gubernur baru ditangkap dan akhirnya merugikan masyarakat Kaltim.

Pada aksi Senin pendemo menyampaikan 4 tuntutan. Pertama, penyidik Jaksa wajib menuntaskan perkara dana asuransi Pemkot Bontang Rp1,9 miliar periode tahun 1999-2004 yang melibatkan mantan wali kota Bontang ASH. Initial yang dimaksud adalah Andi Sofyan Hasdam yang kini mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur Kaltim nomor urut 1.

Tuntutan kedua oleh Jamper, organisasi ini mempertanyakan kinerja Tim Satgassus Kejati Kaltim terhadap penyelidikan 4 proyek di Kutai Timur. Namun tidak disebutkan proyek apa saja yang dimaksud. Ketiga, mereka mengingatkan masyarakat Kaltim untuk tidak memilih Cagub dan Cawagub yang melakukan poligami.

Tuntutan keempat, Kejati Kaltim wajib menahan pejabat Pemkot dan DPRD Balikpapan yang ditetapkan tersangka (Jika Polda Kaltim tidak berani menahan) dugaan mark up proyek rumah potong unggas (RPU) di Balikpapan senilai Rp12,5 miliar tahun anggaran 2015.

Sayangnya belum ada rincian dari kasus-kasus yang diungkapkan itu. Sementara petugas Kejaksaan Tinggi Kaltim tetap melayani aspirasi tersebut untuk ditindaklanjuti. #le

Comments are closed.