LSI Denny JA: Hormati Proses Perhitungan Resmi KPU

oleh

SAMARINDA, beritakaltim.co- Walaupun telah merilis hasil quick qount Pilgub Kaltim yang berlangsung 27 Juni 2018 lalu, namun Tim Riset LSI Denny JA mengajak warga Kaltim untuk menghormati proses perhitungan yang sedang berlangsung dari KPU (Komisi Pemilihan Umum).

“Marilah kita hormati proses penghitungan yang sedang berlangsung, kita tunggu hasil resmi penghitungan manual dari KPU untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Kalimantan Timur Periode 2018-2023,” ucap Eko Widiono, Tim Riset LSI Denny JA, dalam pers rilis yang diterima beritakaltim.co, Kamis (28/6/2018).

Tentang hasil quickcount yang telah dipublish di televisi nasional, Eko Widiono, mengakui hasil tersebut adalah hasil kerja Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA bersama Jaringan Isu Publik (JIP) dan dilakukan pada hari H perhitungan suara, Rabu 27 Juni 2018. Hasil itu diperoleh pasca TPS ditutup dengan mengambil sampel sebanyak 380 TPS se-Kalimantan Timur, dengan Margin Of Error sebesar 1,00%.

Hasilnya adalah pasangan No.1 (Andi Sofyan Hasdam – Rizal Effendi ) memperoleh 21,08%, Pasangan No.2 (Syaharie Jaang – Awang Ferdian Hidayat) memperoleh 23,08 %, Pasangan No.3 (Isran Noor – Hadi Mulyadi ) memperoleh 31,27%, dan Pasangan No.4 (Rusmadi Wongso – Safaruddin) memperoleh 24,58%, dengan data masuk sudah mencapai 100%.

Tingkat Partisipasi Pemilih Masyarakat Kaltim dalam Pilgub Kaltim 2018 ini berdasarkan versi Quickcount LSI sebesar 59,76%.

Dari data Quickcount tersebut terlihat Pasangan No.3 (Isran Noor & Hadi Mulyadi) yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS dan PAN unggul dibandingkan dengan 3 pasangan calon yang lain, yaitu selisih 6,69% dengan pesaing terdekatnya yaitu Pasangan No.4 (Rusmadi -Safaruddin ) yang diusung PDIP dan Partai Hanura.

“Dinamika Pilkada Kalimantan Timur 2018 sangat dinamis dimana mengacu pada Rilis Hasil Survei terakhir kami pada tanggal 20 Juni 2018 kemarin di Hotel Aston Samarinda, selisih antar pasangan Calon sangat ketat, sehingga pergerakan Pasangan Calon dan Tim Pemenangan Pasangan Calon di hari-hari akhir sangat menentukan, yang dalam analisa kami hal tersebut menjadi alasan keunggulan Pasangan No.3 (Isran Noor – Hadi Mulyadi) dalam versi Quickcount,” ujarnya.

Faktor yang membuat pergerakan suara menjadi dinamis, menurut Eko, selain terjadinya tsunami politik seperti kasus hukum, kasus moral yang menyangkut pasangan calon, juga faktor pemberian kepada masyarakat berupa uang (Money Politik).

Pemberian barang atau sembako juga cukup signifikan dalam mempengaruhi dan menentukan pilihan masyarakat, khususnya (Swing Voters) di hari-hari akhir khususnya di masa tenang.

“Menurut kacamata kami cukup logis menjadi alasan dalam melihat dinamika pilihan masyarakat Kalimantan Timur dalam menentukan Pilihan Gubernur dan Wakil Gubernurnya pada tanggal 27 Juni kemarin,” ujarnya.

Sementara, Ardian Sofa, Direktur SIGI LSI Denny JA, menyebutkan, salah satu kunci yang menjadi kemenangan paslon no 3 Isran Hadi, yang kemudian membuat hasil survei sebelumnya berbeda pada saat Quickcount  (perhitungan cepat) dihari pencoblosan, karena adanya masyarakat mengambang 11% yang belum menentukan pilihannya. #ib