BeritaKaltim.Co

Pornografi Merusak Psikologis Anak

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Ada tiga kampung se Indonesia yang ditunjuk Pempus untuk menjadi kampung anti pornografi, salah satunya adalah Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur mewakili Kaltim. Amanah ini pun langsung mendapatkan respon dari Pemkab Berau melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan mewujudkan program desa atau kampung anti pornografi, untuk menangkal generasi muda dari perbuatan menyimpang dan melanggar norma agama. “Mewujudkan desa anti pornografi ini memerlukan komitmen bersama, baik pemuka masyarakat, pemerintah dan kalangan orang tua,” kata Kepala DP2KBP3A Kabupaten Berau, DR Hj Rohaini.
pihaknya juga menjelaskan, perlunya komitmen bersama dalam mewujudkan desa mandiri didasari rasa kekhawatiran belakangan ini, terhadap akhlak generasi muda yang sudah mulai tergerus dan dimanfaatkan oleh para kepentingan predator anak jejaring online pornografi.
Pornografi memiliki bahaya yang sangat besar, sambung Rohaini, terutama bagi para remaja. Psikologi remaja yang masih labil dan adanya pertumbuhan hormon-hormon seksual pada diri remaja,menjadikan pornografi memiliki bahaya dampak negatif yang sangat besar terhadap remaja. Kecanduan terhadap pornografi berakibat tidak baik terhadap kesehatan, merusak kejiwaan (psikologis) anak, membuat pecandu terperangkap dalam penjara ketagihan sesuatu hal yang merusak, terhempas dalam pergaulan bebas, dan lainnya.
Salah satu potensi bahaya terbesar adalah bahaya pornografi internet. “ Ratusan bahkan sampai ribuan situs pornografi dengan sangat mudah diakses tanpa batas dan di mana saja. Yang berbahaya adalah jika konten pornografi internet diakses oleh remaja yang masih labil, dan belum dapat menilai baik atau buruknya,” Ungkapnya.
Pornografi dapat menjadi monster yang mengerikan bagi remaja, karena pada dasarnya pornografi dapat merusak otak mereka. Sementara jika tanpa ada larangan atau pembatasan dari pemerintah sangat sulit, untuk melakukan kontrol penggunaan internet yang bermuatan pornografi.
Dengan melihat bahaya pornografi terhadap anak, dan melihat kondisi bahwa sangat sulit bagi masyarakat berperang sendiri dengan pornografi, peran semua pemerintah juga sangat penting untuk turut mengurangi bahaya pornografi internet, dengan melakukan kontrol terbatas pada situs-situs yang secara nyata mengeksploitasi pornografi.
Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya pornografi adalah, dengan cara membentengi mereka melalui penerapan disiplin system, nilai moral yang baik, sehingga anak dapat membuat keputusan sendiri, untuk memilih dan menentukan hal apa yang baik atau tidak secara moral.
” Oleh sebab itu kami mengajak semua kalangan untuk bersama-sama melindungi anak dari tindakan kekerasan dan pornografi, karena anak adalah aset,” Katanya.
Rohaini juga mengatakan, kemajuan suatu daerah tergantung dengan generasi muda, karena mereka merupakan adalah sumber daya manusia yang diandalkan untuk membangun sebuah daerah.”Maka peran orang tua, pemuka masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam membentengi generasi muda dari bahaya yang dapat merusak masa depan mereka,” Ungkapnya.
Dikatakannya, berbagai komponen masyarakat harus bersinergi, dan hilangkan ego sektoral untuk masa depan generasi muda daerah ini. “Peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk karakter anak, selain pendidikan dan bimbingan para guru mereka di masing – masing sekolah,” Punkasnya.adv/mar

Comments are closed.