Jaksa Penyelidik Kasus KPU Mahulu Sudah Punya Bukti

oleh
Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Syarief Sulaeman Nahdi .

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutai Barat, Syarief Sulaeman Nahdi, mengaku sudah menemukan delik pidana korupsi pada penggunaan dana KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Mahakam Ulu pada tahun 2015 lalu.

“Ya, kami masih terus dalami. Sudah ada titik terang, temuan laporan pertanggungjawaban fiktif,” ucap Syarief kepada Wartawan saat berada di Kota Samarinda, Selasa (30/10/2018).

Karena itu dalam waktu dekat Jaksa segera menetapkan tersangkanya. Saat ini pendalaman dilakukan terhadap KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dalam pengelolaan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Anggaran yang bermasalah pada tahun 2015 itu saat KPU Mahulu saat digunakan oleh para komisioner KPU provinsi Kaltim dan Komisoner Kabupaten Mahulu. KPU provinsi ketika itu bertindak sebagai komisioner daerah paling ujung Kaltim tersebut karena belum memiliki komisioner definitif. #l