BeritaKaltim.Co

Kementerian BUMN Mencanangkan Pabrik Amonium Nitrat DAHANA – PKT Di Kota Bontang

 

BONTANG, Beritakaltim.co — Kementerian Badan Usaha Milik Negara Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media terus meningkatkan produksi Amonium Nitrat (AN) untuk mendukung kegiatan industri pertambangan dan industri pertahanan demi kemandirian industri alusista nasional.

Pabriknya sendiri kapasitas produksi mencapai 75.000 ton pertahun yang terdiri dari pabrik Amonium Nitrat (AN), pabrik Asam Nitrat serta sarana pendukungnya dan akan di bangun di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dimana pembangunannya akan di laksanakan oleh PT. DAHANA (Persero) salah satu BUMN yang bergerak di bidang peledak bekerja sama dengan PT. Pupuk Kalimantan Timur yang bergerak di bidang industri pupuk di bawah holding PT. Pupuk Indonesia (Persero).

Direktur Utama PT DAHANA (Persero), Budi Antono menjelaskan, teknologi yang digunakan untuk pembangunan pabrik Amonium Nitrat dipilih berdasarkan kajian teknologi atas licensor-licensor yang telah dilakukan dan direkomendasikan oleh BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Sementara, kata dia, pemilihan perusahaan EPC (Engineering, Procurement, Construction) dilakukan melalui mekanisme tender internasional dan telah ditunjuk konsorsium Wijaya Karya- Sedin sebagai pelaksana pembangunan pabrik AN.

“Nilai investasinya estimasi nilai proyek pabrik Amonium Nitrat ini senilai kurang lebih Rp. 1,1 Trilyun. Amoniak sebagai satu-satunya bahan baku, disamping udara akan disuplai dari PT. Pupuk Kalimantan Timur sesuai dengan kebutuhan,” ujar Budi Antono Kemarin pada saat peresmian lokasi pembangunan pabrik, Senin (29/10/2018).

“Proyek ini direncanakan mulai dieksekusi pada Desember 2018 atau awal 2019, setelah seluruh perijinan terkait sesuai ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku dipenuhi dan diharapkan pada 2021 sudah dilaksanakan commisioning,” ungkapnya.

Ia menambahkan terkait pemasaran, pihaknya menyebutkan bahwa pasar yang dibidik terutama pasar dalam negeri. Menurutnya, produk AN yang dihasilkan akan dimanfaatkan seluruhnya oleh PT. DAHANA. “Untuk substitusi impor pemenuhan pasar, saat ini sehingga dapat menghemat devisa negara,” tutupnya. #ADV#HR.

Comments are closed.