PT KIE dan PT HTT Hanya Miliki Stok 3000 Kubik Pasir dan Koral

oleh

BONTANG, Beritakaltim.co— Usai memanggil perusahaan PT Kaltim Industrial Estate (PT KIE) dan PT Harlis Tata Tahta (HTT) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang akan kembali menggodok anggaran guna menyelesaikan pekerjaan selama kurung waktu dua bulan ini, Rabu (7/11/2018) siang

Wakil ketua Komisi 3 DPRD Bontang, Suhud Hargianto meminta kepada dua perusahaan tersebut (PT KIE dan PT HTT. Red) untuk memprioritaskan pembangunan yang ada di Kota Bontang, mengingat kondisi saat ini bahan baku yang selalu datang dari Palu Sulawesi Tengah mengalami keterlambatan akibat bencana Gempa dan Tsunami yang melanda beberapa waktu lalu.

“Saya ingin mendengar berapa jumlah ketersediaan pasir dan batu saat ini baik yang ada di PT KIE dan PT HTT,” kata Suhud.

Mendapati hal tersebut Fredi salah satu perwakilan PT KIE menjelaskan bahwa, saat ini ketersediaan bahan baku seperti pasir dan batu sebanyak 3000 kubik, akan tetapi 2000 kubik sudah menjadi pesanan beberapa kontraktor baik dari perusahaan PT.Pupuk Kaltim, Pemerintah Kota Bontang dan masyarakat.

Senada, Direktur Utama PT HTT, Hartoyo mengatakan bahwa, saat ini pihaknya hanya dapat membantu pemerintah dalam hal penyediaan pasir dan batu coral kurang lebih 2000 kubuk. Akan tetapi, dijelaskan Hartoyo, kenaikan harga tentu tidak dapat dihindari mengingat sulitnya mendapatkan bahan baku dari Palu Sul-teng.

“Kami saat ini hanya dapat membantu kurang lebih 2000 kubik, sisanya kami serahkan ke PT KIE mengingat mereka memiliki kapasitas dan finansial yang jauh diatas kami,” candanya bersama staff PT KIE saat rapat berlangsung.#Adv/ML